Peringati May Day, Gereja Santo Yoseph Palembang Gelar Misa Kudus dan Sarasehan

Peringati May Day, Gereja Santo Yoseph Palembang Gelar Misa Kudus dan Sarasehan
Flyer Paroki Santo Yoseph Palembang

Palembang - Spektroom: Misa Hari Buruh 2026 di Gereja Santo Yoseph Palembang berlangsung pada, Jum'at (1/5/2026). Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAPal RD. Yohanes Kristianto, sebagai bentuk syukur dan solidaritas bersama para buruh/pekerja.

Homili yg disampaikan Romo RD. Yohanes Kristianto, antara lain menyatakan libur pada 1 Mei sebagai peringatan hari buruh internasional disemua daerah memperingatinya dengan penyampaikan aspirasi.

Seperti yang dilakukan ribuan pekerja di Jakarta dan sekitarnya penyampaian aspirasi dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Demikian pula halnya di internal Gereja Santo Yoseph Palembang, tanggal 1 Mei sekaligus memperingati Hari Raya Santo Yosef Pekerja, melaksanakan berbagai kegiatan, seperti Sekolah St. Louis menggelegar rekoleksi para petugas liturgi Paroki Santo Yoseph.

Kemudian di seminari ada kegiatan juga untuk anak-anak, dengan berbagai lomba dan sarasehan menteladani Santo Yoseph " Bekerja dengan martabat, melayani dengan kasih" berlangsung di Aula Paroki St. Yoseph.

audio-thumbnail
Voice Yohanes Kristianto
0:00
/171.830063

"Mungkin juga banyak yang mengisi untuk bersantai dari rutinitas pekerjaan setiap hari. Yang jelas hari ini tanggal merah, identik dengan libur, leluasa untuk mengatur aktivitas kita setiap hari" ucap Romo Yohanes Kristianto.

Menurutnya, pada hari ini juga diagendakan satu kegiatan yang menarik, peringatan Hari Buruh. Semua diundang untuk hadir dalam perayaan Eka Risti dan juga nanti ada kegiatan Saresehan.

Romo Yohanes juga mempertanyakan mengapa memakai istilah istilah buruh bukan pekerja yang lebih lembut ditelinga.

"istilah buruh itu konotasinya kasar, konotasinya pekerja bawahan atau pekerja kelas bawah, saya tidak tahu asal-muasalnya seperti apa tapi telinga kita saya kira yang paling familiar adalah pekerja. Maka dalam liturgi juga hari ini kita memperingati Santo Yosef pekerja"katanya mengingatkan.

Tanggal 1 Mei dipakai sebagai peringatan hari buruh atau May Day (1 Mei) bermula dari perjuangan pekerja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, khususnya aksi pemogokan besar-besaran tahun 1886 untuk menuntut delapan jam kerja sehari.

Peristiwa ini memicu kerusuhan Haymarket di Chicago yang menyebabkan korban jiwa, dan kemudian ditetapkan sebagai hari solidaritas internasional pada 1889

"Dan ketika Anda semua memilih untuk hadir di tempat ini, kita diajak untuk mengenang sosok figur Santo Yosef sang pekerja.Sedikit banyak kita pahamlah riwayatnya, panggilannya Santo Yosef pekerja, yang jelas bahwa Dalam Kitab Suci tidak ada satu kata pun keluar dari mulut Santo Yosef. Tapi kita lebih banyak melihat apa yang dia kerjakan, apa yang dia lakukan sebagai seorang yang dipilih, seorang yang diutus" urai Romo Yohanes menjelaskan.

Pada homilinya Romo Yohanes juga mengatakan pada kesempatan tersebut jeamaah diajak mengarahkan kepada sebuah tempat, membayangkan sebuah tempat.

"Tempat itu adalah bengkel kayu. Jadi dalam bacaan Injil sedikit disebut, tentang latar belakang Yesus yang penuh mukjizat padahal Dia hanya anak seorang tukang kayu, yang konotasinya kelas bawah, tidak terlalu terhormat" ucapnya lagi.

Namun jeamaah diajak untuk mengarahkan ke sana apa yang terjadi di sana situasinya di sana seperti apa, tentu saja tidak terlepas dari sosok pribadi pengelola bengkel kayu Santo Yoseph.

"Seperti saya katakan tadi tidak satu katapun yang keluar dari mulut Santo Yoseph dalam kitab suci artinya spiritualitasnya Santo Yoseph bekerja dalam keheningan, tidak banyak bicara tapi hasilnya jelas." tutup Romo Yohanes Kristianto.

Sekedar informasi Saresehan refleksi menghadirkan pembicara anggota DPRD kota Palembang Andreas Okdi Priantoro, Divisi Pastoral Buruh KKP KAPal Yustinus Joni dan Romo Kerawam St. Yoseph RD Dionesius Anton Liberto dengan moderator Rektor Universitas Katolik Musi Charitas Palembang Maria Yosaphat Dedi Haryanto.

Acara ini menjadi wadah refleksi spiritual dan sosial bagi umat Katolik, khususnya dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini.(@Ng).

Berita terkait

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare

Pemerintah Percepat Pemulihan Lahan Terdampak Bencana dan Antisipasi Kekeringan Melalui Gerakan Tanam Serempak 50 Ribu Hektare

Agam-Spektroom : Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian terdampak bencana sekaligus mengantisipasi potensi kekeringan melalui Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai daerah secara nasional, termasuk di Sumatera Barat (Sumbar). Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ikut turun langsung menanam padi dalam kegiatan tanam serempak 50.000 hektare di Sumbar yang

Rafles