Trending

Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Buleleng Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumbernya

Peringati World Cleanup Day 2026, Pemkab Buleleng Dorong Pengelolaan Sampah dari Sumbernya
Salah satu aksi bersih-bersih sampah di Buleleng dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2026. (foto: Diskominfosanti Buleleng)

Buleleng-Spektroom : Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan tumpukan sampah yang sudah ada. Perubahan perilaku dan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya menjadi langkah penting untuk mengurangi timbulan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026 melalui aksi bersih-bersih sampah yang digelar serentak di enam titik, Jumat (11/9/2026).

Enam lokasi tersebut meliputi Kelurahan Beratan, Kelurahan Banyuasri, Desa Baktiseraga, Kelurahan Banjar Tegal, Kelurahan Banjar Jawa, dan Kelurahan Banjar Bali. Kegiatan melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri hingga masyarakat.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama dari masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Ni Nyoman Widiartami, mengatakan peringatan WCD menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus membenahi pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng.

“Kegiatan aksi bersih sampah yang kita lakukan hari ini tidak berhenti hanya pada mengumpulkan dan membersihkan sampah, tetapi juga harus menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola persampahan,” ujar Widiartami, Jumat (11/9/2026).

Menurut Widiartami, pengelolaan sampah perlu dimulai dari tingkat rumah tangga. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah sejak dari sumbernya.

“Semua ini adalah langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Saya berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sekitar,” serunya

Ditambahkan, pihaknya berharap gerakan kebersihan itu dapat mendorong masyarakat sadar akan kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui aksi pengelolaan sampah berbasis sumber, yakni dengan melakukan pemilahan dan mengelola sampah organik di rumah masing-masing. Dengan demikian, lingkungan yang bersih, sehat dan asri dapat terwujud melalui aksi nyata. (Sumber: Diskominfosanti Buleleng)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles