Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Sebagai Upaya Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Bandarlampung - Spektroom: Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak, mulai dari hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, hingga memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Tahun ini, Hari Anak Nasional mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut mengandung pesan bahwa setiap anak merupakan pribadi yang berharga, memiliki hak untuk didengar pendapatnya, serta berperan sebagai subjek pembangunan sesuai usia dan tingkat kematangannya.
Hal itu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, dalam sambutan tertulisnya disampaikan Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Lukman Pura, pada Apel Mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Korpri, Senin (27/7/2026).
Menteri PPPA menegaskan, perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.
"Investasi terbaik bangsa bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan," tegas Menteri PPPA.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 juga diwarnai dengan gerakan nasional "Ruang Anak, Ruang Nyaman Anak" yang mendorong terciptanya lingkungan aman, ramah, dan bebas dari kekerasan, baik di rumah, sekolah, ruang publik maupun ruang digital.
Semangat tersebut, menurut Arifatul Choiri Fauzi, diperkuat melalui gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak Indonesia) sebagai ajakan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjadikan perlindungan anak sebagai budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain itu, peringatan HAN ke-42 mengusung tagline "Sayang Anak, Sayang Indonesia" sebagai bentuk ajakan agar seluruh masyarakat mencintai, melindungi, dan mempersiapkan masa depan terbaik bagi anak-anak Indonesia.
Menteri PPPA juga mengingatkan anak-anak Indonesia agar tidak takut menyampaikan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan. Negara, menurutnya, hadir melalui berbagai mekanisme perlindungan, termasuk layanan pengaduan yang dapat diakses oleh anak.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Pemerintah Provinsi Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terwujudnya lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap generasi penerus bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam rangkaian Apel tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga menyerahkan tali asih kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan kepedulian terhadap aparatur beserta keluarganya.
Pada kesempatan tersebut diserahkan tali asih kepada 63 ASN yang memasuki masa purna tugas mulai 1 Agustus 2026, santunan kepada 1 PNS yang pensiun karena tidak cakap jasmani dan/atau rohani, santunan kepada 8 keluarga ASN yang meninggal dunia, serta santunan kepada 4 suami atau istri ASN yang telah meninggal dunia.
Usai penyerahan tali asih Lukman Pura, menyampaikan sambutan tertulis Gubernur Lampung, apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah mengakhiri masa pengabdiannya.
Menurutnya, masa purna bakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal untuk terus memberikan teladan dan berkontribusi di tengah masyarakat.
"Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dedikasi, loyalitas, serta kerja keras yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Semoga masa purna bakti menjadi fase baru yang penuh keberkahan dan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," pesan Gubernur.(@Ng).