Perubahan APBD 2026 Sawahlunto Defisit Rp51,08 Miliar, Belanja Modal Naik Signifikan

Perubahan APBD 2026 Sawahlunto Defisit Rp51,08 Miliar, Belanja Modal Naik Signifikan
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah (Foto: Dok. Prokopim)

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mengusulkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dengan total pendapatan Rp589,59 miliar dan belanja Rp640,68 miliar. Dengan komposisi tersebut, rancangan perubahan APBD menghasilkan defisit Rp51,08 miliar.

Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD 2026 dibacakan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah dalam rapat paripurna DPRD, Rabu, (26/8/26). Dokumen tersebut merupakan pidato Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra sebagai pengantar nota keuangan.

Dalam pidatonya, Riyanda mengatakan perubahan APBD merupakan penyesuaian rencana program dan keuangan daerah terhadap perkembangan kondisi fiskal sekaligus kebutuhan pelayanan publik. Penyusunannya dilakukan setelah perubahan RKPD, KUA dan PPAS disepakati bersama pemerintah daerah dan DPRD pada 14 Agustus 2026.

Riyanda menyebut rancangan perubahan APBD 2026 diarahkan untuk mendukung visi Sawahlunto sebagai “Kota Wisata Yang Estetik, Futuristik, Hidup Dan Menghidupi”, dengan tema pembangunan “Perkuatan Fondasi Keunggulan Pariwisata untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,84 persen, PDRB per kapita Rp89,48 juta per jiwa per tahun, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia menjadi 78,11. Riyanda menegaskan target tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan sasaran kerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi tekanan fiskal. Karena itu, kata Riyanda, perubahan APBD disusun dengan prinsip kepatutan fiskal: belanja harus disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah, dengan prioritas mempertahankan pemerintahan dasar dan pelayanan publik esensial sekaligus mengamankan Asta Cita dan prioritas pembangunan daerah.

Pendapatan daerah naik sekitar Rp104,4 miliar dari APBD awal menjadi Rp589,59 miliar. Pendapatan Asli Daerah ditargetkan Rp74,70 miliar, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp514,89 miliar. Pemerintah menargetkan penguatan PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi, terutama pembenahan tata kelola retribusi serta pengelolaan kekayaan daerah.

Sementara itu, belanja daerah ditetapkan Rp640,68 miliar, naik sekitar Rp109,84 miliar dibanding APBD awal 2026. Belanja modal mendapat kenaikan paling signifikan, menjadi Rp97,49 miliar atau bertambah Rp85,34 miliar.

"Alokasi terbesar belanja modal diarahkan untuk jalan, jaringan dan irigasi sebesar Rp61,67 miliar" ungkapnya.

Defisit Rp51,08 miliar tersebut ditutup melalui pembiayaan yang bersumber dari SiLPA 2025 sebesar Rp49,06 miliar dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah Rp3,69 miliar. Setelah memperhitungkan pengeluaran pembiayaan Rp1,67 miliar, pembiayaan netto mencapai Rp51,08 miliar dan menghasilkan SiLPA Rp0.

Riyanda meminta pembahasan bersama DPRD difokuskan pada efisiensi dan penetapan program yang paling mendesak bagi masyarakat.

"Di tengah agenda Porprov XVI yang dimulai 2 Oktober 2026 dan rangkaian HUT ke-138 Sawahlunto, pemerintah berharap momentum tersebut tetap mampu menggerakkan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan disiplin fiskal" pungkasnya. (Ris1)

Berita terkait

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

PLN Icon Plus Hadirkan Konektivitas Andal pada Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gajah Mungkur

Wonogiri-Spektroom : PLN Icon Plus turut mengambil peran dalam mendukung kelancaran Launching dan Groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di kawasan PLTA Gajah Mungkur, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Melalui kesiapan infrastruktur konektivitas dan sistem jaringan berlapis, PLN Icon Plus memastikan kebutuhan komunikasi dan operasional digital selama

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Fraksi PAN-PKB Soroti Ketergantungan Transfer dan Defisit Rp51 Miliar dalam APBD-P Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Fraksi PAN-PKB DPRD Kota Sawahlunto meminta pemerintah daerah tidak terjebak pada kenaikan postur anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Tambahan ruang fiskal, menurut fraksi tersebut, harus dibuktikan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur dan penguatan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Fraksi PAN-PKB dalam Pandangan Umum Fraksi yang dibacakan

Riswan Idris, Rafles
Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Angkat Sejarah Rempah dan Kebudayaan, Rakernas JKPI XII Mulai Berlangsung di Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) mulai berlangsung di Kota Ternate, opening ceremony ditandai dengan pemukulam dolo-dolo, Rabu (26/8/2026). Pelaksanaan Rakernas XII JKPI dengan Opening Ceremony Pasar Malam Indonesia, Pentas Budaya dan Festival Gastronomi yang berlangsung di Benteng Oranje, Ternate. Walikota Ternate,

Nanang Adrany, Rafles