Peternakan Kambing di Banyumas Olah Limbah Jadi Pakan, Produksi Susu Capai 500 Liter Per Hari
Banyumas-Soektroom : Kepedulian terhadap persoalan limbah mendorong sebuah peternakan kambing di Kabupaten Banyumas mengembangkan konsep usaha yang menggabungkan peternakan dengan pengolahan limbah. Limbah makanan hingga plastik diolah kembali menjadi produk bernilai guna.
Pemilik peternakan Wisnu Rahman. menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki sekitar 130 ekor kambing sendiri dan sekitar 200 ekor kambing yang tersebar di sejumlah lokasi mitra, antara lain Sumbang, Ajibarang, Kebumen dan Pemalang.
Dari peternakan tersebut, produksi susu kambing kini mencapai sekitar 500 liter per hari. Sebagian susu dikirim ke industri untuk diolah menjadi susu bubuk, sementara sebagian lainnya dipasarkan dalam bentuk susu cair.
“Untuk peternakan ada tiga jenis kambing, yaitu Saanen, Etawa dan Sapera,” ujarnya pengusaha muda dari desa Banjar Anyar Sokaraja Banyumas.
Selain memproduksi susu, peternakan tersebut juga mengembangkan pengolahan pakan ternak berbasis limbah. Limbah dari berbagai produk makanan, seperti susu, biskuit, tepung-tepungan, santan dan bahan pangan lainnya, dipilah dan diolah menjadi bahan pakan.

Limbah organik basah dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot, sedangkan limbah organik kering diolah menjadi pakan ternak. Pakan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis ternak, mulai kambing perah, kambing potong, sapi perah hingga sapi potong.
“Pakan kita ada dua, hijauan dan konsentrat. Untuk hijauan kita tanam sendiri, sedangkan konsentratnya memanfaatkan limbah,” jelasnya.
Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus menekan biaya produksi peternakan. Untuk limbah plastik, pengelola melakukan proses pengolahan lebih lanjut hingga menjadi bahan berbentuk bubuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk jenis produk lain.
Dari sisi pemasaran, produk susu kambing telah menjangkau sejumlah kota, termasuk wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta. Omzet usaha dari berbagai produk disebut mencapai sekitar Rp150 juta per bulan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Banyumas, Selasa (1/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi pengembangan peternakan dan pengolahan limbah tersebut.
Menurutnya, susu kambing memiliki kandungan gizi yang baik sehingga pengembangan peternakan kambing perah perlu terus didorong. Ia juga menilai pengolahan sampah organik dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekonomi sirkular.
“Sampah organik bisa menjadi makanan, sayuran, ikan dan segala macam. Tinggal diputar-putar, bisa habis sendiri. Yang plastik memang tidak bisa habis, sehingga harus dikumpulkan dan diolah,” kata Zulkifli Hasan.