Peternakan Kambing di Banyumas Olah Limbah Jadi Pakan, Produksi Susu Capai 500 Liter Per Hari

Peternakan Kambing di Banyumas Olah Limbah Jadi Pakan, Produksi Susu Capai 500 Liter Per Hari
Wisnu Rahman ,(baju hijau), memberi penjelasan pada Menko Pangan Zulkifli Hasan tentang memanfaatkan limbah menjadi pakan ternak yang Higienis. Selasa 1/9/2026, (Foto : Bian Pamungkas).

Banyumas-Soektroom : Kepedulian terhadap persoalan limbah mendorong sebuah peternakan kambing di Kabupaten Banyumas mengembangkan konsep usaha yang menggabungkan peternakan dengan pengolahan limbah. Limbah makanan hingga plastik diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

Pemilik peternakan Wisnu Rahman. menjelaskan, saat ini pihaknya memiliki sekitar 130 ekor kambing sendiri dan sekitar 200 ekor kambing yang tersebar di sejumlah lokasi mitra, antara lain Sumbang, Ajibarang, Kebumen dan Pemalang.

Dari peternakan tersebut, produksi susu kambing kini mencapai sekitar 500 liter per hari. Sebagian susu dikirim ke industri untuk diolah menjadi susu bubuk, sementara sebagian lainnya dipasarkan dalam bentuk susu cair.

“Untuk peternakan ada tiga jenis kambing, yaitu Saanen, Etawa dan Sapera,” ujarnya pengusaha muda dari desa Banjar Anyar Sokaraja Banyumas.

Selain memproduksi susu, peternakan tersebut juga mengembangkan pengolahan pakan ternak berbasis limbah. Limbah dari berbagai produk makanan, seperti susu, biskuit, tepung-tepungan, santan dan bahan pangan lainnya, dipilah dan diolah menjadi bahan pakan.

Wisnu Rahman pengusaha muda dari desa terpencil mampu meraup jutaan rupiah setiap bulan dari beternak kambing. (Foto : Bian Pamungkas).

Limbah organik basah dimanfaatkan sebagai bahan pakan maggot, sedangkan limbah organik kering diolah menjadi pakan ternak. Pakan kemudian disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis ternak, mulai kambing perah, kambing potong, sapi perah hingga sapi potong.

“Pakan kita ada dua, hijauan dan konsentrat. Untuk hijauan kita tanam sendiri, sedangkan konsentratnya memanfaatkan limbah,” jelasnya.

Pengelolaan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus menekan biaya produksi peternakan. Untuk limbah plastik, pengelola melakukan proses pengolahan lebih lanjut hingga menjadi bahan berbentuk bubuk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk jenis produk lain.

Dari sisi pemasaran, produk susu kambing telah menjangkau sejumlah kota, termasuk wilayah Jabodetabek dan Yogyakarta. Omzet usaha dari berbagai produk disebut mencapai sekitar Rp150 juta per bulan.

Dalam kunjungan kerjanya ke Banyumas, Selasa (1/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi pengembangan peternakan dan pengolahan limbah tersebut.

Menurutnya, susu kambing memiliki kandungan gizi yang baik sehingga pengembangan peternakan kambing perah perlu terus didorong. Ia juga menilai pengolahan sampah organik dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan ekonomi sirkular.

“Sampah organik bisa menjadi makanan, sayuran, ikan dan segala macam. Tinggal diputar-putar, bisa habis sendiri. Yang plastik memang tidak bisa habis, sehingga harus dikumpulkan dan diolah,” kata Zulkifli Hasan.

Berita terkait

Ketika Rebana Bertalu dan Doa Mengiringi Dabus, Warisan Leluhur Maluku Utara yang Tak Lekang Zaman

Ketika Rebana Bertalu dan Doa Mengiringi Dabus, Warisan Leluhur Maluku Utara yang Tak Lekang Zaman

Ternate-Spektroom : Denting rebana mulai terdengar. Lantunan zikir dan shalawat mengisi ruang prosesi. Di tengah suasana khidmat itu, tradisi Dabus atau Badabus kembali hadir, membawa masyarakat Maluku Utara menyusuri jejak warisan leluhur yang telah bertahan lintas generasi. Bagi masyarakat Maluku Utara, Dabus bukan sekadar pertunjukan. Di balik keberanian para pelakunya memainkan

Nanang Adrany, Buang Supeno
Cuaca Kering Mengancam, Pelindo Gerak Cepat Cegah Karhutla di Pelabuhan Basirih

Cuaca Kering Mengancam, Pelindo Gerak Cepat Cegah Karhutla di Pelabuhan Basirih

Banjarmasin–Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering mendapat perhatian serius PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan. Untuk menekan potensi munculnya titik api, Pelindo bergerak cepat melakukan penyemprotan air di sejumlah area Pelabuhan Basirih, Banjarmasin. Langkah preventif tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan

Junaidi, Buang Supeno
Kampung KB Didorong Jadi Motor Bonus Demografi Maluku Utara Menuju Indonesia Emas 2045

Kampung KB Didorong Jadi Motor Bonus Demografi Maluku Utara Menuju Indonesia Emas 2045

Maluku Utara -Spektroom : Pemerintah mendorong Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Maluku Utara bertransformasi menjadi pusat penggerakan pembangunan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi penduduk usia produktif sekaligus mengkapitalisasi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Penguatan peran Kampung KB tersebut menjadi fokus dalam

Nanang Adrany, Buang Supeno