PLN Pastikan Keandalan GIS Gejayan untuk Dukung Gaya Hidup Listrik Masyarakat Yogyakarta

PLN Pastikan Keandalan GIS Gejayan untuk Dukung Gaya Hidup Listrik Masyarakat Yogyakarta
overhaul peralatan kompartemen di Gardu Induk Gas Insulated Substation (GIS) Gejayan melibatkan tenaga ahli GIS dari Siemens Belanda. (Foto: Humas PLN UIT Jawa Bagian Tengah⁠,).

Yogyakarta–Spektroom: PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Salatiga dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Yogyakarta terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya gaya hidup berbasis listrik di masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah overhaul peralatan kompartemen di Gardu Induk Gas Insulated Substation (GIS) Gejayan.
Pekerjaan pemeliharaan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Mei 2026.

GIS Gejayan merupakan gardu induk 150 kV yang memegang peranan penting sebagai salah satu objek vital sistem kelistrikan di Kota Yogyakarta.

Dengan kapasitas transformator sebesar 2 x 60 MVA, tingkat pembebanan masing-masing transformator saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Tingginya beban tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan energi listrik di wilayah Yogyakarta, baik untuk rumah tangga, sektor bisnis, pendidikan, maupun pariwisata.

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Tengah⁠�, Handy Wihartady, mengatakan pemeliharaan terencana ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“GIS Gejayan memiliki peran yang sangat krusial bagi sistem kelistrikan di Yogyakarta. Melalui overhaul ini, kami memastikan seluruh peralatan tetap beroperasi dalam kondisi prima,” ujarnya.

Gardu Induk Gas Insulated Substation (GIS) Gejayan, dirancang dengan teknologi modern, memiliki peran yang krusial bagi sistem kelistrikan di Yogyakarta.(Foto: Humas PLN UIT Jawa Bagian Tengah⁠,).


Menurut Handy, langkah tersebut juga menjadi dukungan nyata terhadap tren electrifying lifestyle yang terus berkembang. Ketersediaan pasokan listrik yang andal sangat dibutuhkan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, peralatan rumah tangga modern, dan berbagai aktivitas digital masyarakat.

Dalam pelaksanaan overhaul, PLN bekerja sama dengan tenaga ahli GIS dari Siemens Belanda. Kolaborasi ini memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara presisi dan sesuai standar internasional.

Manager PLN UPT Salatiga, Ardylla Rommyonegge, menilai kerja sama tersebut juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi personel PLN melalui transfer pengetahuan.

“Sinergi dengan pakar internasional memberikan kesempatan bagi personel kami untuk menyerap teknologi dan pengalaman terbaru sehingga semakin siap menghadapi perkembangan sistem transmisi modern,” katanya.

GIS Gejayan sendiri dirancang dengan teknologi modern yang hemat lahan dan tertata rapi, sesuai dengan kebutuhan kawasan perkotaan yang padat. Pasokan listrik ke gardu induk ini disalurkan dari Gardu Induk Kentungan melalui kabel bawah tanah, yang mendukung estetika kota sekaligus meningkatkan keandalan jaringan.

PLN optimistis pemeliharaan ini akan semakin memperkuat sistem transmisi di Yogyakarta sehingga mampu menopang kebutuhan listrik masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Berita terkait

Bukittinggi Tuan Rumah Pencanagan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis

Bukittinggi Tuan Rumah Pencanagan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis

Bukittinggi–Spektroom : Persatuan Warga Tulang Sehat Seluruh Indonesia (Perwatusi) mencanangkan Gerakan Sumbar Peduli Osteoporosis sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang. Kegiatan tersebut digelar pada Minggu (28/6/2026) di Lapangan Wirabraja Kodim 0304/Agam, Kota Bukittinggi. Acara berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu

Wiza Andrita, Rafles
Memperkuat Ketahanan Keluarga Dengan Pendampingan Ekomomi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Memperkuat Ketahanan Keluarga Dengan Pendampingan Ekomomi dan Edukasi Kesehatan Reproduksi

Semarang-Spektroom: Upaya memperkuat ketahanan keluarga dinilai tidak cukup hanya melalui pendampingan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi edukasi kesehatan reproduksi serta pencegahan perkawinan usia anak. Pesan itu mengemuka dalam Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad Aisyiyah dan Hari Keluarga Nasional, yang digelar di Wonder Park Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas