Polres Kubu Raya Sidak Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Saat Kemarau

Polres Kubu Raya Sidak Pasar, Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Saat Kemarau
Personil Polres Kubu Raya sedang memastikan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting) dan stabilitas harga untuk melindungi masyarakat terutama Sembako Beras. (Foto: Humas Polres Kubu Raya)

Kubu Raya-Spektroom : Ditengah kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Polres Kubu Raya turun langsung memantau harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) di pasar tradisional hingga toko sembako.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan barang serta mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga di masyarakat.

Pemantauan yang dilakukan jajaran Polres Kubu Raya dan polsek setempat tidak hanya menyasar harga jual di tingkat pedagang, tetapi juga memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman.

Sejumlah komoditas seperti beras dan minyak goreng tercatat mengalami kenaikan harga, namun hingga kini masih berada dalam batas yang dinilai wajar.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, mewakili Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai langkah preventif agar dampak kemarau panjang tidak berkembang menjadi persoalan ekonomi yang merugikan masyarakat.

“Polri hadir untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya masih dalam batas yang wajar.

Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan kondisi kemarau panjang untuk menimbun barang atau memainkan harga demi keuntungan pribadi,” kata Ade, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, kemarau panjang berpotensi memberikan tekanan terhadap rantai distribusi barang, terutama di wilayah perairan yang masih bergantung pada pasokan dari pusat distribusi di Kabupaten Kubu Raya maupun Kota Pontianak.

Kondisi geografis tersebut membuat biaya transportasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Semakin jauh jarak pengiriman, semakin besar pula biaya distribusi yang harus ditanggung pedagang.

Meski demikian, hasil pemantauan di lapangan belum menemukan indikasi penimbunan ataupun permainan harga yang mengarah pada praktik spekulatif.

Polisi memastikan pasokan sejumlah kebutuhan pokok masih tersedia dan distribusi relatif berjalan normal.

“Kenaikan harga pada beberapa komoditas masih dalam batas yang dapat dipahami karena ada faktor distribusi dan biaya pengiriman, khususnya untuk wilayah perairan. Yang menjadi perhatian kami adalah jangan sampai kondisi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar,” ujarnya.

Polres Kubu Raya juga mengingatkan para pedagang agar tetap menjalankan aktivitas usaha secara sehat dan transparan.

Kepolisian menilai stabilitas harga dan kelancaran distribusi menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan cuaca ekstrem yang berkepanjangan.

Pemantauan pasar akan terus dilakukan secara berkala. Polisi juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi kelangkaan barang, penimbunan stok, maupun kenaikan harga yang tidak wajar.

“Yang kami jaga bukan hanya harga, tetapi juga ketenangan masyarakat. Jika ada hal yang tidak wajar, segera laporkan agar dapat kami tindak lanjuti,” tegas Ade.

Berita terkait

Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, PLN UIP JBB Dukung KISUCI di Desa Cipambuan

Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, PLN UIP JBB Dukung KISUCI di Desa Cipambuan

Bogor - Spektroom: Di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, sampah perlahan menemukan wajah barunya. Benda yang selama ini identik dengan sesuatu yang harus dibuang, mulai dipandang berbeda. Di tangan masyarakat yang tergabung dalam Komunitas Iklim Sungai Cikeas (KISUCI), sampah justru dapat diolah menjadi pupuk, pakan ternak, bahan bakar

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti
Parekraf Jaksel Dorong Pelaku Ekraf Kuasai AI dan Akses Permodalan

Parekraf Jaksel Dorong Pelaku Ekraf Kuasai AI dan Akses Permodalan

Jakarta - Spektroom: Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Selatan mendorong pelaku ekonomi kreatif meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), serta memperluas pemahaman mengenai akses permodalan. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif bertema

Irvan Idris Saleh