Polri Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Dalami Dugaan Kematian Tidak Wajar

Polri Ekshumasi Jenazah Sutrimo, Dalami Dugaan Kematian Tidak Wajar
Lokasi penggalian jenasah Sutrimo mendapat penjagaan ketat..Rabu (12/8/2026).(Foto: Bian Pamungkas).

Banyumas-Spektroom : Kepolisian melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8/2026).

Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo yang dinilai mendadak dan menyisakan sejumlah kejanggalan. Pemeriksaan melibatkan tim gabungan dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi, mengatakan Pemeriksaan Ekshumasi, dilakukan setelah pihak kepolisian menerima 2 laporan polisi di Polda Metro dan Polresta Banyumas.

Proses tersebut merupakan bagian dari penyelidikan untuk memastikan penyebab dan cara kematian Sutrimo secara objektif, transparan, profesional, dan berdasarkan bukti ilmiah.

"Jadi pada saat ini kami sampaikan keluarga almarhum sudah memberikan izin, memberikan restu secara resmi untuk dilakukan pemeriksaan jenazah," ujar Budhi sebelum ekshumasi.

0:00
/2:33

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol.Budhi, memberikan keterangan pers sebelum pelaksanaan Ekshumasi

Menurutnya, tim gabungan terdiri dari sekitar 12 dokter ahli forensik yang berasal dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) serta melibatkan sejumlah ahli dari perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip).

Pemeriksaan akan dilakukan secara menyeluruh, baik pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam terhadap jenazah.

Ketua tim PDFMI, Brigjen Pol Sufmi Hastry, mengatakan pemeriksaan juga melibatkan ahli laboratorium forensik, ahli DNA, serta ahli patologi anatomi. Hasil pemeriksaan selanjutnya akan diperkuat dengan analisis laboratorium.

"Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif. Hasilnya berdasarkan pemeriksaan laboratorium yang nanti kami dapatkan," kata Sufmi.

Ia mengatakan, tim akan berupaya memastikan apakah kematian Sutrimo merupakan kematian yang wajar atau terdapat indikasi kematian tidak wajar.

Sufmi menambahkan, kondisi tanah makam yang relatif kering diharapkan tidak terlalu menyulitkan proses pemeriksaan. Meski jenazah telah dimakamkan sejak 23 Juli 2026 dan proses pembusukan dipastikan telah berlangsung, tim masih berharap dapat menemukan sejumlah petunjuk penting.

"Proses pembusukan pasti sudah terjadi karena meninggal sejak 23 Juli. Tetapi kita berharap dengan kondisi lingkungannya yang kering dan bagus, masih bisa mendapatkan hasil yang dapat membantu pemeriksaan," ujarnya.

Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan kematian Sutrimo dengan dugaan perkara tindak pidana korupsi yang tengah ditangani kejaksaan maupun perkara lainnya. Namun, kepolisian menegaskan kemungkinan tersebut masih harus dibuktikan melalui fakta dan alat bukti.

Penggalian makam dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan pukul 11.55 WIB, tim gabungan masih melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan mengambil sejumlah sampel untuk kebutuhan laboratorium yang diperkirakan berlangsung 4 hingga 6 jam.

Kepolisian meminta semua pihak memberikan ruang kepada tim gabungan untuk bekerja secara maksimal agar proses pemeriksaan berjalan profesional, proporsional, dan akuntabel serta hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles