Trending

Porprov XVI Sumbar Jadi Kawah Candradimuka, Sumbar Bidik 4 Emas Biliar di PON

Porprov XVI Sumbar Jadi Kawah Candradimuka, Sumbar Bidik 4 Emas Biliar di PON
Kepala Dispora Sumbar Tasliatul Fuadi melakukan break shot pembuka laga biliar pada Porprov ke XVI. (Foto: PB Porprov)

Padang-Spektroom : Sebanyak 112 atlet biliar dari 16 kontingen se-Sumatera Barat dipastikan bakal saling sikut selama delapan hari di Labewa Biliar, Kompleks Fabriek Block, Kota Padang. Cabor biliar Porprov XVI Sumbar 2026 resmi bergulir mulai Selasa (6/10/2026) hingga 13 Oktober mendatang.

Tak sekadar perebutan 14 medali emas Porprov, arena ini disebut sebagai kawah candradimuka atlet Sumbar menuju pentas nasional.

Technical Delegate Biliar, Agung Febrian mencatat antusiasme tinggi. "Total ada 112 atlet, 16 kontingen dan 22 wasit. Persiapan sudah sejak 3 Oktober, termasuk penataran wasit dan pelatih langsung dari PB POBSI," ujarnya.

Ketua Pengprov POBSI Sumbar, Irfan Amran tak ragu pasang target tinggi. Ia ingin biliar Sumbar tak lagi dipandang sebelah mata.

"Kita ingin atlet biliar Sumbar lebih berkembang. Untuk PON mendatang kita patok 4 emas. Kita tidak akan mengecewakan," tegas Irfan.

Pernyataan itu sejalan dengan target besar Sumbar di PON. Kepala Dispora Sumbar, Tasliatul Fuaddi menegaskan Porprov adalah seleksi awal menuju PON.

"Atlet yang main di Porprov ini adalah cikal bakal untuk PON ke depan. Niat kita naik peringkat 10 besar di PON mendatang. Target kita 20 emas secara keseluruhan," kata Tasliatul.

Sekretaris Umum KONI Sumbar, Anandya Dipo Pratama mengingatkan keras soal profesionalisme. Menurutnya kualitas wasit akan menentukan lahirnya atlet bermental juara.

"Wasit diharapkan menilai seadil-adilnya. Untuk para atlet, diminta serius karena event ini merupakan cikal bakal untuk event yang lebih besar," ujarnya.

Dengan durasi pertandingan paling panjang di antara cabor lain, biliar diharapkan melahirkan kejutan dan bibit baru yang siap membawa nama Sumbar di level nasional.

Berita terkait

Kapolda mendukung Pelatihan bagi mantan penyalahgunaan Narkoba untuk pemberdayaan. Tampak Kapolda menyaksikan secara serius kegiatan Pelatihan . Foto : Bid Humas Polda Kalbar.

Kapolda Kalbar Dorong Pelatihan Kerja Mantan Penyalahguna Narkoba untuk Pemberdayaan

Pontianak-Spektroom : Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar mendorong penguatan program pelatihan keterampilan sebagai salah satu upaya membuka peluang kerja dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari program Polisi Peduli Pengangguran yang digagas Polda Kalbar. Komitmen tersebut disampaikan saat Kapolda Kalbar meninjau kegiatan pelatihan

Apolonius Welly, Rafles
Kapolres Ketapang Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Kapolres Ketapang Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Tekankan Pendidikan dan Akhlak

Ketapang-Spektroom : Kapolres Ketapang AKBP Putra Pratama menegaskan pentingnya pendidikan, pembentukan karakter, dan akhlak mulia bagi generasi muda saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (22/10/2026). Upacara yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Jalan Gajah Mada, Desa

Apolonius Welly, Rafles
Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan

Menteri PU Percepat Penanganan Jalan Perbatasan di Kalimantan

Malinau – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalan di kawasan perbatasan Kalimantan dengan Malaysia sepanjang sekitar 2.300 kilometer yang melintasi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan percepatan penanganan jalan perbatasan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar konektivitas darat di sepanjang

Nurana Diah Dhayanti
Kemenkop Siapkan Ekosistem Koperasi Perkuat Ekonomi Nelayan di Pesisir

Kemenkop Siapkan Ekosistem Koperasi Perkuat Ekonomi Nelayan di Pesisir

Lampung - Spektroom : Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) telah melakukan riset di tiga lokasi yaitu di pesisir di Indramayu, Sukabumi, dan Lampung Timur. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop) Panel Barus mengatakan kehidupan masyarakatnya masih belum sejahtera.

Nurana Diah Dhayanti