Presiden Terima Penghargaan Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama, Dari KTNA Nasional

Presiden Terima Penghargaan Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama, Dari KTNA Nasional
Ketua KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor (membelakangi lensa) menyematkan pin emas Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama kepada Presiden (Foto Capture YouTube Sekretariat Presiden).

Limboto - Spektroom : Pemerintah Provinsi Lampung membuka Booth di arena Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Kabupaten Gorontalo.

Sejak dibuka hingga puncak kegiatan , Booth Lampung terus dipadati pengunjung dari berbagai daerah yang ingin mengetahui lebih dekat inovasi pertanian unggulan yang dikembangkan di Provinsi Lampung, khususnya Pupuk Hayati Cair (PHC) yang menjadi salah satu program unggulan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu (24/6/2026).

Antusiasme pengunjung terlihat sepanjang pelaksanaan pameran. Tidak hanya petani dan nelayan, berbagai kalangan mulai dari penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha hingga perwakilan pemerintah daerah turut mengunjungi stan Lampung untuk memperoleh informasi mengenai manfaat dan proses produksi PHC yang telah diterapkan di sejumlah wilayah sentr4 pertanian di Provinsi Lampung.

Bertepatan dengan Puncak Kegiatan PENAS XVII, Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan menerima penghargaan Adi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama, dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, di GOR David-Tony Limboto.

Dalam laporannya Ketua KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor, menyatakan PENAS merupakan forum pertemuan petani, nelayan penyuluh, akademisi,, dunia usaha serta pemerintah dan swasta dalam satu wadah kolaborasi dan sinergi yang mewujudkan Swasembada Pangan berkelanjutan.

Atas nama keluarga besar Kontak Tani Nelayan Andalan Indonesia, Sofyan Noor menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Presiden, atas perhatian, kepedulian dan keperpihakan kepada petani dan nelayan.

"Saya mewakili keluarga besar petani nelayan yang jumlahnya kurang lebih 160 juta mengucapkan terima kasih atas program-program yang dibuat oleh pemerintah dan KTNA selalu mendukung apapun program pertanian yang terkait dengan petani dan nelayan Indonesia.

Penyematan lencana emas dilakukan oleh Yadi di hadapan ribuan peserta PENAS XVII yang terdiri atas petani, nelayan, penyuluh serta pelaku usaha pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara Mentri Pertanian Amran Sulaiman diforum yang sama mengatakan Nilai Tukar Petani meningkat tertinggi selama 34 tahun terakhir yaitu 127%, merupakan angka tertinggi selama 34 tahun terakhir.

Kemudian, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian sesuai data BPS 5,74%, tertinggi selama 25 tahun, ini berkat kerja keras para petani dan nelayan seluruh Indonesia. Sementara ekspor pertanian naik Rp. 166 triliun dan di sisi impor, karena tidak impor beras medium, sehingga nilai impor turun menjadi Rp. 41 triliun.

"Hilirisasi tetap berjalan Insya Allah kita bisa menciptakan lapangan kerja hingga tahun 2029, minimal 3 juta orang, dengan hilirisasi penanaman Kakao, Teh, Tebu dengan total 870.000 hektar." rinci Mentan Amran Sulaiman.

Sementara dalam amanatnya Presiden menegaskan pentingnya peran petani dan nelayan sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

audio-thumbnail
Presiden KTNA
0:00
/78.50825

PENAS XVII menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, serta mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan menuju Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.

"Petani dan nelayan Indonesia berperan penting dalam mensukseskan program swasembada pangan, karena merekalah yang memproduksi pangan dan tidak ada negara bisa bertahan tanpa menggantungkan pangan" ujar Presiden menyemangati ribuan petani dan nelayan yang memadati halaman GOR David-Tony Limboto.

Dibagian lain amanatnya, Kepala Negara juga menyampaikan bahwa swasembada pangan tidak akan terpengaruh dengan terjadi perang dimana-mana, karena kita akan mampu mengatasi.

Lebih dari itu lanjut Presiden, selain swasembada pangan juga akan swasembada BBM, swasembada energi dan bulan Juli nanti, akan melaunching Solar B50, adalah bahan bakar diesel campuran yang terdiri dari 50% biodiesel berbasis minyak kelapa sawit (CPO) dan 50% solar fosil. Dengan demikian, tidak akan import solar dan menghemat APBN.

Prabowo Subianto juga memprediksi 3 atau 4 tahun kedepan, akan swasembada energi.

"Kita tidak mau import apapun untuk BBM kita, untuk energi kita, saudara saudara sekalian" seru Presiden yang disambut applaus para petani dan nelayan di lokasi acara.(@Ng)

Berita terkait

Gubernur Mahyeldi Buka Kejurnaswil Shorinji Kempo se Sumatera 2026, Ajang Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Nasional dan Internasional

Gubernur Mahyeldi Buka Kejurnaswil Shorinji Kempo se Sumatera 2026, Ajang Pembinaan Atlet Menuju Prestasi Nasional dan Internasional

Sawahlunto-Spektroom : Kejuaraan Nasional Wilayah (Kejurnaswil) Shorinji Kempo Sumatera Tahun 2026 di Kota Sawahlunto tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial menuju level nasional hingga internasional. Hal itu mengemuka dalam pembukaan Kejurnaswil yang dilakukan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah di Lapangan Futsal

Rafles
Jakarta Barat Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak hingga Tingkat Kelurahan

Jakarta Barat Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak hingga Tingkat Kelurahan

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan komitmennya memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat kelurahan melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam penutupan kegiatan Sosialisasi Hukum Perlindungan Perempuan dan Anak di Kecamatan Kembangan, Rabu (24/6/2026). Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengapresiasi

Irvan Idris Saleh, Rafles