Prof. Dr. M. Abdul Hamid: Tahun Baru Hijriah Adalah Kesempatan Kedua untuk Menjadi Lebih Bermakna

Prof. Dr. M. Abdul Hamid: Tahun Baru Hijriah Adalah Kesempatan Kedua untuk Menjadi Lebih Bermakna
Prof. Dr. M. Abdul Hamid, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Foto:ist)

Malang-Spektroom: Tidak semua orang diberi kesempatan untuk memulai kembali dengan hati yang lebih jernih dan tekad yang lebih kuat. Karena itu, datangnya Tahun Baru Hijriah 1448 H patut disambut bukan sekadar sebagai pergantian angka dalam kalender, melainkan sebagai undangan untuk memperbaiki diri dan menata ulang arah kehidupan.


Pesan penuh inspirasi itu disampaikan Prof. Dr. M. Abdul Hamid, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menurutnya, tahun yang telah berlalu bukanlah beban yang harus disesali, melainkan guru kehidupan yang mengajarkan banyak hal tentang arti syukur, kesabaran, perjuangan, dan keikhlasan.


"Setiap orang pernah gagal, pernah jatuh, pernah kehilangan. Namun bukan itu yang menentukan masa depannya. Yang menentukan adalah bagaimana ia bangkit, belajar, dan melangkah kembali dengan lebih bijaksana," ujarnya dalam refleksi menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah.


Abdul Hamid menilai, manusia sering kali terlalu keras menghukum dirinya atas kesalahan masa lalu. Padahal, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup dalam penyesalan tanpa akhir. Sebaliknya, setiap pengalaman mengandung hikmah yang dapat menjadi bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.


Baginya, kegagalan bukanlah akhir perjalanan. Ia adalah ruang belajar. Luka bukan tanda kelemahan, tetapi jalan menuju kedewasaan. Sementara ujian kehidupan merupakan cara Tuhan mempersiapkan manusia agar memiliki ketangguhan menghadapi masa depan.


"Tidak ada perjalanan hidup yang sia-sia jika kita bersedia mengambil pelajaran darinya," katanya.


Ia mengajak masyarakat untuk memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai momentum hijrah dalam arti yang lebih luas. Bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah dari rasa putus asa menuju harapan, dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari sikap acuh menuju kepedulian, serta dari sekadar mengejar kesuksesan pribadi menuju kehidupan yang lebih bermanfaat bagi sesama.


Menurut Abdul Hamid, orang hebat bukanlah mereka yang tidak pernah jatuh. Orang hebat adalah mereka yang tetap memilih bangkit meski berkali-kali mengalami kegagalan.


Sejarah kehidupan para nabi dan tokoh besar dunia membuktikan bahwa keberhasilan lahir melalui proses panjang yang penuh ujian. Tidak ada ketangguhan yang terbentuk secara instan. Semua memerlukan kesabaran, pengorbanan, dan keyakinan untuk terus melangkah.


"Jangan takut memulai lagi. Selama masih diberi kesempatan hidup, selalu ada peluang untuk memperbaiki diri," pesannya.


Refleksi tersebut juga menjadi motivasi bagi kalangan akademisi, pendidik, mahasiswa, pemimpin, dan siapa pun yang memegang amanah. Gelar, jabatan, maupun prestasi tidak akan bermakna jika tidak menghadirkan manfaat bagi orang lain.


Abdul Hamid mengingatkan bahwa jejak terbaik manusia bukanlah seberapa tinggi ia berdiri, melainkan seberapa banyak tangan yang berhasil dirangkul, seberapa banyak masalah yang mampu diselesaikan, dan seberapa besar kebaikan yang ditinggalkan.


Memasuki 1448 Hijriah, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar menulis daftar harapan baru, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa waktu adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Jika tahun lalu dipenuhi keberhasilan, maka bersyukurlah. Jika tahun lalu dipenuhi kegagalan, maka belajarlah.

Jika tahun lalu menghadirkan air mata, maka jadikan ia sumber kekuatan. Sebab, tidak ada pengalaman yang sia-sia bagi mereka yang mau mengambil hikmah.


"Tahun baru bukan tentang menjadi orang lain. Tahun baru adalah kesempatan untuk menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri," tegasnya.


Pada akhirnya, Tahun Baru Hijriah mengajarkan bahwa hidup selalu menyediakan ruang untuk bertumbuh. Masa lalu boleh menjadi pelajaran, tetapi masa depan tetap membutuhkan keberanian.


Saat lembaran 1448 Hijriah terbuka, marilah melangkah dengan optimisme baru, hati yang lebih lapang, pikiran yang lebih bijaksana, serta semangat untuk terus menebarkan kemanfaatan.


Sebab, manusia terbaik bukanlah yang hidup tanpa kesalahan, melainkan mereka yang terus memperbaiki diri dan menghadirkan harapan bagi kehidupan di sekitarnya.

Berita terkait

Mengais Rejeki  Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mengais Rejeki Dihari Kemerdekaan RI: Pedagang Musimam di Mimika Jual Atribut Merah Putih

Mimika-Spektroom : Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, para pedagang musiman atribut Merah Putih mulai bermunculan dan membuka lapak di pinggir jalan utama di berbagai kota untuk menawarkan bendera, umbul-umbul serta berbagai perhiasan lainnya. Gunawan salah satunya, pedagang pernak pernik hari kemerdekaan juga bendera Merah Putih,

Anthonius Teniwut, Julianto
Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Dari Kemudahan Izin Menuju Peluang Kerja, Kalteng Tembus 10 Besar Nasional Layanan Investasi

Palangka Raya-Spektroom : Di balik proses perizinan yang semakin cepat dan mudah, terbuka harapan baru bagi tumbuhnya investasi, lahirnya lapangan kerja, dan bergeraknya roda perekonomian daerah. Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam membenahi pelayanan publik kini membuahkan pengakuan di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Nomor

Polin, Julianto
Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Pramono Optimistis Transaksi Jakarta Sneaker Day 2026 Lampaui Rp30 Miliar, UMKM Ikut Terdongkrak

Jakarta-Spektroom : Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, optimis nilai transaksi Jakarta Sneaker Day (JSD) Blok M Festival 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp30 miliar. Optimisme tersebut didorong tingginya antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Blok M pada hari pertama penyelenggaraan. "Tahun lalu ketika diadakan di JCC, nilai

Irvan Idris Saleh, Julianto
ссс