Rakernas Inkopontren Diharapkan Hasilkan Program Nyata Bagi Koperasi Pondok Pesantren Di Banua

Rakernas Inkopontren Diharapkan Hasilkan Program Nyata Bagi Koperasi Pondok Pesantren Di Banua
Dr H Edy Setyo Utomo, Ketua Pusat Koperasi Pondok Pesantren Propinsi Kalimantan Selatan.

Junaidi, Agung Yunianto

Banjarmasin-Spektroom : Dr H Edy Setyo Utomo, Ketua Pusat Koperasi Pondok Pesantren Propinsi Kalimantan Selatan, bersama sekretaris Ust Ahmad Sururi, menghadiri Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren) bertempat di Gedung SME Tower–SMESCO Indonesia, Rabu (20/5/2026).

Prof Dr KH Manarul Hidayah

Dosen UNU Kalsel ini dalam keterangannya kepada Awak Media menyatakan, kehadirannya di acara Rakernas ini selain sebagai Utusan Daerah / Puskopontren, juga sebagai Pengurus Inti Inkopontren. Mewakili Puskopontren di Kalimantan Selatan.

Ust Edy berharap, Rakernas ini menghasilkan program kerja nyata, yang bisa di tindaklanjuti di level Puskopontren dan Koperasi Primer di masing - masing pondok Pesantren.
" Acara ini momen yang bagus, karena berkumpul tokoh - tokoh penggerak Koperasi Pesantren dan di hadiri dari Kementerian terkait, seperti Kementrian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama dll. In syaa Allah akan diluncurkan beberapa program bagus yang sudah di siapkan oleh Pengurus, " ujar Edy.

KH Dr Marsudi Suhud Ketua Umum Inkopontren menegaskan komitmen kuat pengurus dalam mendorong modernisasi koperasi pesantren untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.
Sesuatu yang sangat monumental ini adalah Rapat kerja nasional untuk membuat suatu program-program yang ditetapkan untuk satu tahun ke depan untuk mempersiapkan hal-hal satu tahun ke depan, apa-apa yang akan dikerjakan dan apa-apa yang sedang berjalan,” ungkap KH Marsudi .

Selain itu Marsudi juga menjelaskan bahwa Rakernas memiliki peran besar sebagai forum perumusan program strategis. Ia menegaskan pentingnya konsistensi kerja dan arah kebijakan yang jelas. Menurutnya potensi besar ekonomi pesantren dengan 42.000 pesantren . Jika seluruh Santri dari pesantren tersebut berperan sebagai pembayar zakat dan pemberi sedekah, kontribusi ekonomi Umat akan meningkat signifikan. “Ada sekitar 42.000 Pondok Pesantren yang jika 42.000 pesantren ini santri-santrinya adalah menjadi pembayar zakat dan memberi shodaqoh yang terbesar itu sesungguhnya tujuan kita, ” tambahnya

Inkopontren yang berdiri sejak 1998 harus menghasilkan jejak nyata bagi pembangunan ekonomi pesantren. “Mari kita bersama-sama membuat legacy sebuah tinggalan untuk penerus-penerus kita nanti. Untuk itu, ayo kita niati mempunyai tinggalan Inkopontren yang berdiri dari tahun 1998 ini harus mempunyai tinggalan, jangan sampai berani kepengurusan tetap kosong terus dan belum ada tinggalannya,” ungkapnya.

Hadir beberapa tokoh dalam rakernas Inkopotren kali ini. Ketua Dewas Prof Dr KH Said Agil Siraj, salah satu pendiri Inkopontren KH Manarul Hidayat, yang merupakan Mustasyar PBNU . Bambang Haryadi Ketua Umum Dekopin, Para tokoh UMKM dan pelaku ekonomi rakyat juga ikut meramaikan forum. Kehadiran para pemimpin organisasi koperasi ini menunjukkan besarnya komitmen untuk memperkuat gerakan ekonomi pesantren.*****⁹

Berita terkait

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

Palangka Raya-Spektroom : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Pendanaan Riset Kolaboratif menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat

Polin, Julianto