Trending

Ratusan Karyawan PHK Belum Terima Hak, DPRD Situbondo Panggil Perusahaan

Ratusan Karyawan PHK Belum Terima Hak, DPRD Situbondo Panggil Perusahaan
Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, M Faisol. (Foto: DPRD Situbondo)

Spektroom - DPRD Kabupaten Situbondo memanggil PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP) untuk dimintai keterangan terkait nasib ratusan eks karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan belum menerima hak-hak mereka.

Ketua Komisi IV DPRD Situbondo, M Faisol mengatakan, pihaknya telah memanggil manajemen PT PMMP dengan berkirim surat, dalam rangka untuk mencari solusi terkait kondisi karyawan yang belum menerima hak-hak mereka setelah diPHK dari perusahaan pengepakan udang tersebut.

"Dinas ketenagakerjaan juga ikut kami panggil untuk duduk bersama membahas langkah - langkah yang harus dilakukan agar masalah ini tidak terus berlarut - larut, kasihan para karyawan yang belum menerima haknya. Oleh sebab itu pihak manajemen PT PMMP perlu untuk datang ke DPRD Situbondo. Mereka harus berkomitmen dan bertanggung jawab," ujar M Faisol, Senin (22/09/25), dilansir dari laman DPRD Situbondo.

M Faisol menambahkan, pihaknya akan terus memantau dan mengawal permasalahan ini agar hak-hak para karyawan yang terkena PHK bisa segera terpenuhi oleh perusahaan. Ada beberapa hal yang akan kami pertanyakan, selain hak ratusan eks karyawan, yakni ada perubahan nama dari PT PMMP menjadi PT Landangan Makmur Situbondo (PT LMS) berlokasi di Desa Landangan, Kecamatan Kapongan," katanya.

PT PMMP yang saat ini berubah nama menjadi PT LMS itu belum memberikan hak kepada 200 orang lebih bekas karyawannya, mulai gaji tertunggak, uang pesangon, dan hak-hak lainnya bagi karyawan yang dilakukan pemutusan hubungan kerja."Jelasnya.

"Kami ingin mengetahui penjelasan dari perusahaan, karena ini soal hak-hak eks karyawannya. Yang jadi pertanyaan kenapa tiba-tiba berubah nama PT PMMP menjadi PT LMS?. Sementara itu, Humas PT PMMP Situbondo Eko Kridarso saat kami hubungi belum bersedia memberikan konfirmasi mengenai perubahan nama PT PMMP menjadi PT LMS. "Nanti saja setelah pertemuan dengan Komisi IV," Ungkapnya.

Sebenarnya persoalan tersebut sederhana tapi jangan dibiarkan berlarut - larut, karena ini masalah hak dan tanggung jawab. Meskipun permasalahannya sederhana, kalau tidak segera diselesaikan hak-hak bekas karyawan yang saat ini sudah di PHK, nantinya akan menjadi masalah besar," Pungkas M Faisol.

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru