Ratusan Pensiunan Gelar Aksi di Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Tuntut Pembatalan Kredit Bermasalah

Ratusan Pensiunan Gelar Aksi di Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Tuntut Pembatalan Kredit Bermasalah
Korban berjalan kaki dari Klinik Hukum PERADI SAI Purwokerto menuju kantor Bank Mandiri Taspen di Jalan Jenderal Soedirman, meminta penjelasan kasus dugaan penipuan yang mereka alami.(Foto : Bian Pamungkas).

Purwokerto-Spektroom ; Ratusan pensiunan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Jumat (26/6/2026). Mereka menuntut bank membatalkan kredit yang mereka nilai bermasalah dan meminta pertanggung jawaban atas dugaan penipuan yang diduga melibatkan mantan pegawai bank tersebut.

Sejak pukul 08.30 WIB, massa yang sebagian besar pensiunan berjalan kaki dari Klinik Hukum PERADI SAI Purwokerto menuju kantor Bank Mandiri Taspen di Jalan Jenderal Soedirman.

Sambil membawa spanduk, mereka menyuarakan tuntutan agar bank memberikan kepastian penyelesaian terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Ketegangan sempat terjadi ketika para demonstran meminta manajemen bank menemui mereka. Barikade aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan petugas keamanan bank menahan laju massa sehingga sempat terjadi aksi saling dorong. Sejumlah pensiunan tetap bertahan di barisan depan meski usia mereka sudah lanjut.

Kuasa hukum para korban, Djoko Susanto SH, meminta pihak bank segera memberikan penjelasan secara langsung kepada para nasabah. Ia menegaskan para korban hanya menginginkan kepastian mengenai tanggung jawab bank atas persoalan yang mereka alami.
Tak lama berselang, Kepala Cabang Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Puguh Setiaris Wicaksono, bersama Distribution Head 5 Jateng-DIY, I Putu Agus Sinom Artawan, menemui massa.

Dalam keterangannya, pihak bank menyatakan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Pernyataan tersebut belum memuaskan para peserta aksi. Mereka meminta jawaban yang lebih konkret mengenai nasib kredit yang dipersoalkan.

Djoko bahkan menyampaikan bahwa para korban siap bertahan di lokasi apabila belum memperoleh kepastian dari pihak bank.

Suasana aksi semakin emosional ketika Amir, anak salah seorang pensiunan, menyampaikan orasi yang meminta manajemen bank menunjukkan empati kepada para korban. Menurutnya, para pensiunan tidak hanya membutuhkan proses hukum berjalan, tetapi juga kepastian penyelesaian terhadap beban kredit yang masih mereka tanggung.

Sebelum aksi berlangsung, mediasi telah dilakukan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto dengan melibatkan perwakilan nasabah, OJK, kepolisian, dan manajemen Bank Mandiri Taspen. Namun pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit itu belum menghasilkan kesepakatan.

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penipuan kredit yang diduga melibatkan mantan pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto berinisial NHD, yang telah diberhentikan pada Mei 2026.

Para nasabah menilai bank tetap memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut dan mendesak agar kredit yang diduga lahir dari perbuatan melawan hukum dibatalkan serta hak-hak para pensiunan dipulihkan.

Berita terkait

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Jakarta-Spektroom : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Forum yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta

Riswan Idris, Rafles