Ratusan Pesilat dari Delapan Daerah Ramaikan Kejurnas Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026

Ratusan Pesilat dari Delapan Daerah Ramaikan Kejurnas Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026
Peserta Kejurnas Pencak Silat Rektor UNP Cup Championship 2026. (Foto: jiga)

Padang-Spektroom : Ratusan pesilat dari delapan daerah di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026 yang berlangsung di GOR Universitas Negeri Padang (UNP), Kampus Air Tawar, Padang, 25–28 Juni 2026.

Kejuaraan yang digagas Unit Kegiatan Pencak Silat Tribela UNP tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, Kamis (25/6/2026). Turut hadir Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNP Prof. Dr. Nurul Ikhsan, Ketua LKAAM Sumbar Prof. Fauzi Bahar, Ketua KONI Sumbar Hamdanus, para tuo silek, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Pelaksana Kejurnas Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026, Indra Kurniawan, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus ajang kompetisi bagi pesilat muda untuk meningkatkan prestasi dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Melalui kejuaraan ini kami ingin menghadirkan ruang kompetisi yang berkualitas bagi pesilat dari berbagai daerah sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Wakil Gubernur Sumbar yang juga Ketua Pengprov IPSI Sumbar Vasco Ruseimy menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam memperkuat pembinaan pencak silat, khususnya silat tradisi.

Menurut Vasco, Sumbar saat ini telah memiliki kebijakan yang mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler silat tradisi di tingkat SMA sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus membangun karakter generasi muda.

“Sumatera Barat memiliki landasan yang kuat dalam pengembangan silat tradisi. Karena itu pemerintah daerah telah mendorong kebijakan ekstrakurikuler wajib silat tradisi di SMA. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan pelestarian budaya Minangkabau,” kata Vasco.

Ia menyebutkan kebijakan tersebut telah mendapat perhatian nasional dan berpotensi menjadi model yang diterapkan di daerah lain di Indonesia.

“Sumbar kini menjadi percontohan nasional dalam pengembangan silat tradisi. Program ini ke depan akan didorong agar dapat diterapkan secara nasional sehingga pencak silat semakin kuat sebagai identitas bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan FIK UNP Prof. Nurul Ikhsan mengatakan penyelenggaraan Kejurnas merupakan bentuk komitmen UNP dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi sekaligus pengembangan budaya bangsa melalui dunia pendidikan.

“UNP tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga berkomitmen menjadi pusat pengembangan olahraga dan kebudayaan. Kejuaraan ini menjadi sarana penting untuk melahirkan atlet-atlet pencak silat berprestasi sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam silat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Hamdanus menyambut positif pelaksanaan Kejurnas tersebut karena memberikan kesempatan bagi atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah jam terbang pertandingan.

“Kompetisi seperti ini sangat penting dalam proses pembinaan atlet. Dari kejuaraan inilah akan lahir pesilat-pesilat potensial yang nantinya dapat memperkuat Sumatera Barat maupun Indonesia di berbagai ajang nasional dan internasional,” kata Hamdanus.

Ia berharap kejuaraan yang digelar di UNP dapat menjadi agenda rutin dan terus berkembang menjadi salah satu event pencak silat bergengsi di Indonesia.

Kejurnas Pencak Silat Rektor UNP Championship 2026 mempertandingkan berbagai kategori dan diikuti pesilat dari sejumlah provinsi serta kabupaten/kota. Selain menjadi ajang perebutan prestasi, kejuaraan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarperguruan dan memperkuat posisi pencak silat sebagai warisan budaya yang terus berkembang di tengah. (RRE/jiga)

Berita terkait

Penyusun Laporan Keuangan OPD di Madiun Ikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern

Penyusun Laporan Keuangan OPD di Madiun Ikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern

Madiun-Spektroom : Guna mempertahankan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP), sebanyak 30 penyusun laporan keuangan OPD dilingkup Pemkab. Madiun mengikuti Penguatan Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Perundang-Undangan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BPKAD Kabupaten Madiun, Kamis (25/6/2026) ini menghadirkan 2 narasumber, Kasidatun Kejari Kabupaten Madiun, Iwan Sofyan, SH.

Moch Haryono, Julianto
Biodiesel B50 Mulai Juli 2026 Peluang Besar dan Tantangan  Industri Sawit Kalbar

Biodiesel B50 Mulai Juli 2026 Peluang Besar dan Tantangan Industri Sawit Kalbar

Pontianak - Spektroom : Industri kelapa sawit di Kalimantan Barat memasuki babak baru seiring dimulainya implementasi program biodiesel B50 pada Juli 2026. Kebijakan pemerintah yang meningkatkan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dalam bahan bakar nasional itu diproyeksikan mendongkrak kebutuhan crude palm oil (CPO) domestik, sekaligus membuka peluang besar bagi daerah penghasil

Apolonius Welly, Afrizal Aziz
Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Pelatihan Ecoprint Jadi Upaya Pemberdayaan dan Penuntasan Anak Tidak Sekolah di Jember

Jember-Spektroom : Upaya penuntasan dan pemberdayaan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jember terus dilakukan melalui berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Ecoprint bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis (25/06/2026). Kegiatan tersebut dibuka dan

Budi Sucahyono, Julianto
Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Menteri Kependudukan Temui Kader Pendamping Keluarga dan Keluarga Risiko Stunting di Sleman

Sleman – Spektroom : Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, bertemu dengan ratusan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Sleman di Balai Budaya Tamanmartani, Kalasan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Wihaji didampingi Wakil Bupati Sleman

Fatmawaty, Bian Pamungkas