Trending

Rawat Ingatan Konflik, 170 Mahasiswa Lintas Agama Bangun Damai di Poso

Rawat Ingatan Konflik, 170 Mahasiswa Lintas Agama Bangun Damai di Poso
Kegiatan, bertajuk “Perjumpaan, Dialog dan Belajar Bersama”, berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Oktober 2026 di STT GKST Tentena, Sulawesi Tengah.(Foto Peserta Kegiatan)

Tentena--Spektrioom : Trauma konflik masa lalu menjadi pengingat pentingnya merawat perdamaian dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Untuk membangun generasi yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan, Dian Interfidei Yogyakarta bersama tiga perguruan tinggi berbasis agama menggelar kegiatan Perjumpaan, Dialog dan Belajar Bersama di STT GKST Tentena, Sulawesi Tengah, 26–29 Oktober 2026.

Sekitar 170 mahasiswa dari STT GKST Tentena, STAI Poso, dan STAH Palu mengikuti kegiatan yang diisi kuliah umum, diskusi lintas iman, serta pengenalan sejarah dan budaya masyarakat Poso.

Direktur Dian Interfidei Yogyakarta, Elga Sarapung, mengatakan kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi muda lintas agama yang saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun harapan bersama demi masa depan yang damai.

“Kami berharap lahir generasi muda antariman yang saling bertemu, berkenalan, berbagi pemikiran dan pengalaman, serta membangun harapan bersama agar masa depan lebih damai,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan, bertajuk “Perjumpaan, Dialog dan Belajar Bersama”, berlangsung dari tanggal 26 hingga 29 Oktober 2026 di STT GKST Tentena, Sulawesi Tengah.(Foto Peserta Kegiatan)

Kuliah umum menghadirkan tiga narasumber lintas agama, yakni Dr. Suleman Mapiasse dari Islam, Pdt. Dr. Asyer Tandapai dari Kristen, dan I Wayan Suartama dari Hindu. Mereka membahas sejarah masuknya agama-agama di Poso serta hubungan agama dengan kebudayaan lokal.

Suleman menegaskan, seluruh agama datang ke tanah Poso ketika masyarakat telah memiliki tradisi dan kebudayaan yang berkembang selama ratusan tahun. Karena itu, tidak seharusnya ada kelompok yang merasa paling berhak atau dominan.

“Semua agama sebagai pendatang di tanah Poso. Sebab itu, jangan ada yang merasa paling berhak, paling dominan. Mari kita bangun kebersamaan untuk saling menghargai dan menguatkan,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan I Wayan Suartama. Menurut dia, dialog dan perjumpaan menjadi cara penting untuk membangun pemahaman antarkelompok agama sekaligus mencegah benturan akibat perbedaan.

Sementara itu, Pdt. Dr. Asyer Tandapai menjelaskan, budaya masyarakat Poso mencerminkan penghargaan terhadap keberagaman. Perpaduan agama dan budaya, menurut dia, telah mengakar dalam kehidupan masyarakat setempat.

Bupati Poso melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Perpustakaan dan Arsip Poso, Markus Wutabisu, menyambut kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi yang peka dan mampu menghadapi berbagai upaya yang dapat mengganggu kerukunan.

Ketua FKUB Poso, Faried Awad, juga menilai kecintaan terhadap perdamaian telah tumbuh dalam kebudayaan masyarakat Poso sejak dahulu.

Fasilitator kegiatan, Noorhalis Majid, berharap dialog yang melibatkan mahasiswa lintas agama ini berlanjut dalam kegiatan nyata yang memperkuat kepedulian, saling memahami, dan menghormati perbedaan.

Selain berdiskusi, peserta dijadwalkan mengunjungi kampus-kampus berbasis agama dan tempat ibadah dari berbagai agama. Melalui perjumpaan langsung tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa keberagaman bukan sumber perpecahan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dirawat demi perdamaian berkelanjutan.

Berita terkait

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Mahyeldi:  Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Mahyeldi: Rawat Persatuan dan Waspadai Ancaman Narkoba

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak generasi muda memperkuat persatuan dan mewaspadai berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa, termasuk penyalahgunaan narkoba dan provokasi yang memecah belah masyarakat. Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dirawat sebagai modal utama membangun Indonesia. Pesan tersebut

Rafles
Pemprov Kepri Klarifikasi Kritikan tentang Pembangunan Jalan dan Pelabuhan Lingga

Pemprov Kepri Klarifikasi Kritikan tentang Pembangunan Jalan dan Pelabuhan Lingga

Kepri–Spektroom : Pemerintah Provinsi(Pemprov) Kepulauan Riau(Kepri) terus berupaya agar pemerataan pembangunan dapat dirasakan seluruh masyarakat, termasuk proram pembanungan di Kabupaten Lingga. Ungkapan itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Pemprov Kepri Rodi Yantari terkait dengan salah seorang Anggota DPRD Kepri Aziz Martindas memprotes Kurangnya perhatian

Desmawati, Rafles