Relokasi 7,6 Kilometer Kabel Udara di Jakbar, Trotoar dan Saluran Ditata
Jakarta-Spektroom : Di antara aktivitas warga dan padatnya lalu lintas Jakarta Barat, penataan infrastruktur kota terus dilakukan. Salah satunya melalui relokasi kabel udara yang membentang di sejumlah ruas jalan. Pekerjaan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan trotoar dan saluran air agar penataan kawasan berjalan lebih tertib.
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat berkolaborasi dengan Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) merelokasi kabel udara sepanjang 7,6 kilometer yang tersebar di sembilan ruas jalan. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan pembangunan infrastruktur di masing-masing lokasi.
Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota serta Penerangan Jalan Umum Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Abdul Jabbar, menjelaskan bahwa relokasi tersebut diperlukan karena keberadaan kabel udara terdampak pekerjaan pembangunan trotoar dan saluran air.
“Pekerjaan relokasi utilitas kabel udara terdampak pembangunan trotoar dimulai sejak September dan ditargetkan rampung awal Desember nanti,” ujar Jabbar, Selasa (27/10/2026).
Pada pembangunan trotoar, relokasi kabel mencakup total 2.220 meter di empat lokasi. Rinciannya, Jalan Rawa Belong sisi timur sepanjang 870 meter, Jalan Roa Malaka Selatan sisi barat 278 meter, Jalan Palmerah Barat sisi utara 405 meter, serta Jalan Meruya Ilir sepanjang 667 meter.
Di ruas-ruas tersebut, penyesuaian jaringan utilitas menjadi bagian yang perlu dilakukan agar pekerjaan trotoar dapat berjalan sesuai rencana. Penataan ini sekaligus mendukung pembangunan fasilitas bagi pejalan kaki, sehingga ruang jalan dapat dimanfaatkan secara lebih teratur.
Sementara itu, pekerjaan relokasi kabel yang terdampak pembangunan saluran air memiliki cakupan lebih panjang, yakni sekitar 5.400 meter di lima lokasi. Pekerjaan meliputi Jalan Srengseng Raya sepanjang 1.000 meter, Jalan H. Lebar 1.300 meter, Jalan Tanjung Duren Barat IV 700 meter, Jalan Ring Road 1.200 meter, serta Jalan Kamal Raya 1.200 meter.
Berbeda dengan relokasi untuk pembangunan trotoar, pekerjaan di lokasi saluran air telah dimulai sejak pertengahan Juli. Penyelesaiannya ditargetkan pada April 2027 mendatang.
Menurut Jabbar, pelaksanaan relokasi tidak dapat dilakukan sekaligus. Panjang jaringan yang ditangani serta sejumlah aspek teknis menjadi pertimbangan dalam menentukan tahapan pekerjaan, termasuk saat pemutusan kabel.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila kegiatan tersebut mengganggu kenyamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
Dengan relokasi yang dilakukan secara bertahap, pembangunan trotoar dan saluran air di sembilan ruas jalan Jakarta Barat diharapkan dapat berjalan sesuai target. Penataan jaringan utilitas menjadi salah satu tahapan pendukung agar pembangunan infrastruktur kota dapat terlaksana dengan lebih tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.