Rentak Jepin dan Semangat Kebersamaan Warnai Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak
Pontianak-Spektroom : Ribuan warga memenuhi Jalan Rahadi Oesman, tepat di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (23/10/2026). Di tengah semarak peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak, tarian Jepin yang diikuti masyarakat menjadi gambaran semangat kebersamaan yang terus dirawat di kota khatulistiwa.
Bukan sekadar perayaan bertambahnya usia kota, momentum ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Pontianak selama lebih dari dua abad dibangun melalui perjuangan para pendiri, kerja keras generasi terdahulu, serta gotong royong masyarakatnya.
Mengusung tema “Pontianak Tangguh Bersahabat”, peringatan tahun ini mengajak masyarakat dan pemerintah memperkuat ketahanan menghadapi perubahan tanpa kehilangan karakter kota yang ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi keberagaman.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Hendra, hadir bersama Pelaksana Tugas Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Winda Yusnita Hendra. Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi Kota Pontianak.
Ia menegaskan, usia 255 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang harus menjadi pijakan untuk menghadirkan kemajuan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Momentum ini untuk bersyukur sekaligus memastikan kemajuan kota dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Hendra, ketangguhan berarti kemampuan menghadapi perubahan dan bangkit dari kesulitan. Sementara bersahabat mencerminkan lingkungan yang ramah, terbuka, adil, serta saling menghormati.
Ia turut mengapresiasi capaian pembangunan Pontianak. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 mencapai 82,80, meningkat dari 82,22 pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,34 persen, sementara pemerintah kota kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-15 kalinya.
Namun, capaian tersebut bukan berarti pekerjaan telah selesai. Persoalan air bersih, drainase, genangan, sampah, hingga ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih membutuhkan perhatian bersama.
“Keberagaman adalah kekuatan Pontianak. Mari rawat persaudaraan, utamakan musyawarah, dan bijak bermedia sosial. Pemerintah harus hadir untuk semua warga tanpa diskriminasi,” katanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, semangat hari jadi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan berhenti sebagai slogan seremonial. Ia mengajak masyarakat menghidupkan kembali falsafah lokal “Kite Jaga Kite” sebagai pengingat bahwa menjaga kota merupakan tanggung jawab bersama.
“Kalau bukan kita yang menjaga kota ini, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya.
Di antara ribuan warga dan gerak tari Jepin yang menyemarakkan perayaan, pesan itu menemukan maknanya: Pontianak bukan hanya tentang bangunan dan pembangunan, tetapi juga tentang manusia, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka hidup bersama.
Memasuki usia ke-255, tantangan terbesar Pontianak bukan sekadar menjadi kota yang maju, melainkan memastikan setiap warganya turut merasakan kemajuan itu dalam kehidupan sehari-hari.