Respati Tegaskan Komitmen Solo Zero Accident MBG SPPG Bermasalah Akan Ditindak Tegas
Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta, Respati Ardi kembali menegaskan komitmen Pemerintah Kota Surakarta untuk mewujudkan program “Solo Zero Accident MBG” dalam pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Solo.
Pemkot Surakarta, menurutnya, terus melakukan pengawasan ketat bersama berbagai pihak agar seluruh layanan MBG berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran.
“Sejak awal Solo berkomitmen bersama BGN untuk menyukseskan Solo Zero Accident MBG. Kami bersama Satgas MBG Solo, Dinas Kesehatan, Dispartan dan seluruh stakeholder fokus mengawal program ini,” ungkap Respati disela kegiatan Showcase MBG II di Kota Solo, Minggu (10/5/2026).
Ia menegaskan, Pemkot tidak akan segan memberikan sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memberikan layanan dengan baik kepada masyarakat.
“Kami akan tindak tegas bagi SPPG yang tidak memberi layanan dengan baik. Tetapi bagi SPPG yang bekerja dengan baik dan benar-benar melayani masyarakat, tentu akan kami beri apresiasi dan penghargaan,” tegasnya.
Menurut Respati, pengawasan dilakukan secara rutin melalui inspeksi mendadak (sidak) yang melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas terkait, PKK, hingga berbagai elemen pengawasan lainnya. Selain itu, Pemkot juga membuka layanan pengaduan khusus terkait pelaksanaan MBG.
“Kalau ada keluhan atau permasalahan silakan lapor. Kami tidak anti kritik dan akan terus berbenah demi pelayanan yang lebih baik,” ujarnya.

Respati menyebut, setiap ada laporan permasalahan dalam layanan MBG, Pemkot langsung bergerak cepat melakukan evaluasi hingga penghentian sementara layanan apabila ditemukan indikasi pelanggaran atau makanan tidak layak edar.
“Begitu ada masalah langsung kami tindak tegas, bahkan kami suspend sementara. Kalau dari Dispartan dinyatakan tidak layak edar, langsung kami stop. Ini uang rakyat, jadi harus benar-benar dikawal,” katanya.
Ia juga menilai keberhasilan salah satu SPPG dalam memberikan layanan yang baik dapat menjadi contoh atau benchmark bagi SPPG lainnya.
“Kalau satu SPPG bisa melayani dengan baik, seharusnya yang lain juga bisa. Ini menjadi contoh agar semua benar-benar fokus melayani masyarakat,” tambah Respati.
Terkait munculnya inisiatif sekolah yang ingin memiliki dapur sehat sendiri, Respati menyambut positif langkah tersebut karena dinilai dapat memperkuat kualitas layanan MBG di lingkungan sekolah.
“Itu bagus dan menginspirasi. Kalau sekolah ingin membuat dapur sehat sendiri tentu akan kami dukung dan monitor juga supaya tepat sasaran,” jelasnya.
Melalui Showcase MBG II, Pemkot Surakarta berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan aman, berkualitas, dan tepat sasaran. Transparansi dalam penyajian menu serta pengawasan layanan diharapkan mampu memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat Kota Solo.
Showcase tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan Pemerintah Kota Surakarta dalam menyempurnakan pelaksanaan MBG agar semakin diterima masyarakat serta mampu mendukung peningkatan kualitas gizi warga. (Ciptati Handayani)