Revisi UU Pangan Dimatangkan, Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Di UNS

Revisi UU Pangan Dimatangkan, Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi  Di UNS
Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Pemangku Kepentingan Dan Pakar di UNS Guna Mematangkan Revisi Undang Undang Pangan ( Jumat 12/06/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Revisi undang undang Pangan terus dimatangkan Komisi IV DPR RI dengan menyerap aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan juga kalangan akademisi salah satunya dari UNS.

Dalam diskusi kepakaran di UNS Inn ( Jumat 12/06/2026 ) terungkap Potensi kekayaan sumber daya genetika lokal selama ini terabaikan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menyampaikan berbagai masukan komperhensif telah diterima dari 3 pakar UNS , diantaranya yang krusial menyoroti urgensi pembaruan substansi regulasi, tata kelola agrobisnis, hingga penguatan inovasi ketahanan pangan agar sumber daya alam hayati nusantara tidak lagi diklaim oleh negara tetangga di masa mendatang.

Dicontohkan Durian Musang King yang sudah dipatenkan Negara Tetangga ternyata berasal dari Salatiga.

"Ternyata kita jumpai bahwa kakek moyang dari durian Musang King yang dipatenkan di negara tetangga itu adalah dari Salatiga, kemudian durian Montong itu ada di Karanganyar. Ini harus diakomodir dalam undang-undang pangan dalam rangka menjaga ketersediaan dari hulu sampai hilir melalui rekayasa dan teknologi," ujar Abdul Kharis saat ditemui usai kegiatan.

Untuk itu revisi rancangan regulasi akan difokuskan sebagai payung hukum utama yang bersifat makro untuk menaungi komoditas pangan.

Adapun urusan teknis yang lebih mendetail seperti pembatasan dan tata kelola arus ekspor serta impor ke depan akan diatur secara spesifik melalui peraturan turunan pemerintah.

Turut memberikan pandangannya dalam forum yang sama, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani yang menyoroti pentingnya sistem logistik yang kuat untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Indonesia tidak perlu malu untuk mengadopsi kembali strategi agrikultur yang pernah terbukti berhasil membawa kejayaan di masa lampau, seperti pada era kepemimpinan Presiden Soeharto dengan program Klopemcapir, KUD maupun Panca Usaha Tani.

"Kita tidak perlu malu dan gengsi kalau luhur-luhur kita teknologinya dulu sudah maju, kita tinggal tiru saja dengan metode analisa, tiru, dan modifikasi seperti yang dilakukan negara Cina. Senior kita dulu Bapak Soeharto sudah membuat program seperti Klompencapir, KUD, Panca Usaha Tani, dan Bulog itu power-nya luar biasa, jadi jangan membuat program awang-awang yang belum ada buktinya," kata Ahmad Rizal.

Sinergi pemikiran antara pelindungan plasma nutfah lokal dan reaktualisasi program penyuluhan tani klasik dinilai menjadi kombinasi strategis untuk pembangunan sektor agrikultur.

Seluruh gagasan baru dalam diskusi yang juga dihadiri Ketua Komisi IV Titik Soeharto tersebut nantinya akan dievaluasi lebih lanjut Panitia Kerja Ketahanan Pangan Dewan Perwakilan Rakyat agar segera diformulasikan ke dalam draf regulasi yang utuh. (Dan)

Berita terkait

BULOG Dorong Peran Kampus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

BULOG Dorong Peran Kampus Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Surakarta–Spektroom: Perum BULOG mendorong keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam memperkuat sistem pangan nasional melalui program BULOG Campus Preneur. Program tersebut dinilai dapat menjadi model kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pangan dalam mendukung terwujudnya ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Komitmen itu disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani,

Karindra, Bian Pamungkas