Ribuan Jemaat Padati Stadion Mandala Remaja Ambon dalam Kegiatan Maluku Bermazmur 2026
Ambon-Spektroom : Ribuan warga dan jemaat dari berbagai usia memadati Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Kota Ambon, selama dua hari penyelenggaraan kegiatan rohani Maluku Bermazmur 2026 pada Kamis (22/10/2026) hingga Jumat (23/10/2026)
Acara ini diisi dengan puji-pujian, doa bersama, serta seruan bagi kedamaian, persaudaraan, keselamatan, dan kerukunan masyarakat di Maluku
Kegiatan bertaraf internasional tersebut menghadirkan pembicara utama asal Nigeria, Dr. Pastor Paul Enenche bersama istrinya, Dr. Becky Inyangbe Enenche, selaku pendiri Dunamis International Gospel Centre (DIGC), beserta tim pelayanan dan sejumlah pemimpin rohani dari berbagai negara
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Elka Anakotta, yang mewakili Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Anakotta menegaskan bahwa Maluku Bermazmur tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga sarana membangun perdamaian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kasih di tengah keberagaman

Pembukaan acara dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan serta anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, pemuda, dan elemen masyarakat setempat.
Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta mengajak masyarakat menjadikan Maluku Bermazmur 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, membangun iman, serta menumbuhkan semangat perdamaian dan kasih.
Ajakan tersebut disampaikan Elly saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam pembukaan kegiatan tersebut. Atas nama Pemerintah Kota Ambon, Elly menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana yang bekerja sama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG-LKKI) Provinsi Maluku dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku.
Menurutnya, Maluku Bermazmur bukan sekadar acara puji-pujian, melainkan gerakan rohani untuk mempersatukan masyarakat di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi. “Pelaksanaan Maluku Bermazmur ini bukan hanya sekadar acara puji-pujian semata, tetapi merupakan gerakan rohani untuk mempersatukan kita,” ujarnya
Melalui kegiatan ini, panitia dan jajaran yang hadir berharap momentum rohani tersebut dapat memperkuat nilai toleransi, merawat kebersamaan, serta menjaga persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Ambon dan Maluku.