RSD dr. Soebandi Gelar Workshop Penatalaksanaan Kegawat daruratan Maternal Angkatan 2

RSD dr. Soebandi Gelar Workshop Penatalaksanaan Kegawat daruratan Maternal Angkatan 2
22 peserta yang terdiri dari Dokter Umum dan Bidan yang bertugas di unit pelayanan maternal (Foto Diskominfo Jember)

Spektroom - Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi, Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember melalui Institut Pelatihan Unggul RSD dr. Soebandi menggelar kegiatan Workshop penyegaran internal Penatalaksanaan Kegawat daruratan Maternal, Angkatan 2 di Aula Darusy Syifa RSD dr. Soebandi, Rabu (05/11/2025).

Kegiatan diikuti 22 peserta yang terdiri dari Dokter Umum dan Bidan yang bertugas di unit pelayanan maternal seperti IGD PONEK, VK/Ruang Bersalin, Ruang Dahlia, Ruang Perinatologi, dan Poliklinik Obgyn.

Workshop dibuka Plt. Direktur RSD dr. Soebandi Jember, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT(K) Spine, FICS didampingi Kabid Diklit Ns. Mustakim, S,Kep, M.Kep, Sp.KMB dan dr. Fikhy Rizky Hapsari, Sp.OG.

Peserta foto bersama usai pembukaan pelatihan (Foto Diskominfo Jember).

Dalam sambutannya, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT(K) Spine, FICS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen RSD dr. Soebandi Jember dalam mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Jember maupun di Provinsi Jawa Timur.

“Jangan pernah merasa sudah mampu, jangan pernah merasa puas dalam menuntut ilmu. Berikan pelayanan sebaik- baiknya kepada pasien” pesan Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT(K) Spine, FICS.

Materi workshop mencakup penatalaksanaan kegawat daruratan obstetri dan neonatal, penguatan sistem rujukan PONEK dan PONED, serta simulasi penanganan kasus maternal kritis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang memiliki pengalaman luas di bidang obstetri dan neonatal, yaitu dr. Fikhy Rizky Hapsari, Sp.OG dan dr. Safinaz, Sp.OG. Peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktek dalam skill station. Peserta akan mendapatkan sertifikat dari BKPSDM Jember.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi, sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan berkualitas.

Dengan terselenggaranya workshop ini, RSD dr. Soebandi Jember menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan utama di wilayah Tapal Kuda, yang terus berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia kesehatan demi keselamatan ibu dan bayi.

Penulis. : Budi S

Editor. : Biantoro

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс