Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Siap Dukung Kelancaran Nataru 2025 dan Lebaran 2026

Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, Siap Dukung Kelancaran Nataru 2025 dan Lebaran 2026
Menteri Dody saat tinjau ruas tol Jogya - Bawen ( birkom pu)

Spektroom  -  Ruas Tol Yogyakarta–Bawen seksi 6, telah siap dukung  kelancaran Nataru 2025 dan Lebaran 2026. Hal tersebut diungkapkan  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau progress pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (20-21/12/2025) sebagai bagian dari persiapan infrastruktur menghadapi arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Ruas tol ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melintasi Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta serta terhubung langsung dengan jaringan Tol Trans Jawa.

Dalam tinjauannya, Menteri Dody menyampaikan, Seksi 6 Tol Yogyakarta–Bawen ditargetkan selesai pada Maret 2026 sehingga dapat fungsional pada periode Lebaran. Namun, hingga akhir tahun 2025 ini, akses main road menuju Ambarawa telah dioperasionalkan dan direlokasi ke akses kanan dan kiri sehingga diharapkan tidak ada hambatan pada periode Nataru.

“Targetnya Lebaran Insyaallah bisa fungsional, panjangnya sekitar 4,98 kilometer. Sekarang progresnya sudah sekitar 88,018%, sedang kita kejar supaya Lebaran bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang akan mudik,”ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menjelaskan bahwa Seksi 6 memiliki peran strategis karena berada di kawasan Ambarawa yang selama ini kerap mengalami kepadatan lalu lintas saat musim liburan. “Kalau Lebaran biasanya super crowded. Dengan adanya simpang susun Ambarawa ini diharapkan tidak terlalu padat di area bawahnya, sehingga kendaraan pemudik dari arah Jakarta bisa langsung ke Temanggung dan Magelang,” jelas Menteri Dody.

Ruas Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6, siap dukung kelancaran Nataru ( birkom pu)

Tol Yogyakarta–Bawen terdiri atas enam seksi, dengan tantangan terbesar berada di seksi 4, dan 5. “Untuk pekerjaan konstruksi yang cukup berat ada di kawasan Magelang–Temanggung, karena daerahnya perbukitan. Pembebasan lahannya aman, hanya Seksi 4 dan 5 prosesnya agak lambat karena harus mengeruk bukit dan harus diperhatikan betul supaya tidak menimbulkan dampak lingkungan yang berkepanjangan,” jelas Menteri Dody.

Menteri Dody juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, terutama dari sisi anggaran dan kondisi alam.

Terkait kesiapan jaringan jalan tol secara nasional, Menteri Dody menyampaikan “Nataru secara garis besar sudah siap. Beban terbesar nanti di Lebaran, sehingga ini persiapan kita untuk menghadapi beban yang jauh lebih besar,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Kementerian PU juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi seperti penambahan ruas jalan tol dan TIP fungsional. “Selama Nataru dan Lebaran, ada beberapa ruas jalan tol yang kita fungsionalkan. Rest area juga akan ditambah, termasuk rest area fungsional supaya pengguna jalan dapat lebih nyaman,” ucap Menteri Dody.

Kementerian PU akan terus mengawal percepatan pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen agar dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas pada periode libur besar nasional.

Berita terkait

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Spektroom – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, masih menunjukkan kondisi rawan. Hingga (31/01/2026) malam, lahan yang terbakar dilaporkan masih berasap meski upaya pemadaman dan pemblokiran terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi

Apolonius welly, Rafles