Rumah Ibadah Terdampak Gempa Flores Mulai Dibongkar
Manggarai – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menindaklanjuti hasil pemeriksaan kondisi bangunan rumah ibadah Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur serta Masjid Nurul Huda Reo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Pendekatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek serta Masjid Nurul Huda Reo pada Jumat (28/8)
.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat tiga massa bangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus Dampek yang diperiksa, yakni gedung peribadatan gereja, gedung aula gereja, dan rumah pastoran. Hasil pemeriksaan menunjukkan gedung peribadatan gereja dan gedung aula mengalami kerusakan struktural dan dinyatakan tidak aman untuk digunakan. Sementara itu, rumah pastoran tidak mengalami kerusakan dan dinyatakan aman untuk digunakan kembali.
Sebagai tindak lanjut, mulai kemarin (31/8) seperti ditulis di Rilis Birkom PU, Selasa (2/9/2026 ) jemaat gereja melakukan pembongkaran atau Cear Di'a serta pembersihan bangunan gereja dan aula. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan proses adat sebagai bagian dari upaya masyarakat untuk menjaga nilai-nilai adat dan kearifan lokal yang melekat dalam kehidupan jemaat di Dampek.

Pihak gereja juga melakukan pengamanan aset-aset gereja sebelum pembongkaran bagian atap dengan melibatkan sekitar 30 jemaat, dibantu sekitar 20 personel Polda NTT untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses di lapangan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap Masjid Nurul Huda Reo menunjukkan struktur utama bangunan secara umum masih berdiri tegak. Namun, ditemukan sejumlah kerusakan pada elemen struktur dan nonstruktur. Hasil identifikasi menunjukkan kerusakan pada kolom level IV sebesar sekitar 4,67%, kolom level III sekitar 3,125%, kerusakan plafon sekitar 60% serta kerusakan dinding sekitar 10%.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, gedung utama Masjid Nurul Huda Reo dikategorikan rusak sedang, sehingga penanganan yang direkomendasikan meliputi pembongkaran seluruh plafon, pembongkaran pada bagian dinding yang mengalami retak lebih dari 6 milimeter, serta perkuatan struktur bangunan.
Kemudian untuk menara Masjid Nurul Huda Reo berdasarkan hasil pemeriksaan mengalami kerusakan berat dan sebagian telah runtuh sehingga direkomendasikan untuk dilakukan pembongkaran total. Sama seperti Gereja Santo Petrus dan Paulus, penanganan Masjid Nurul Huda Reo juga berdasarkan hasil asesmen dan tingkat kerusakannya, sehingga langkah rehabilitasi maupun pembangunan kembali dapat dilakukan secara tepat dan aman.