Saat Air Sulit Didapat, Pemprov Kalteng Kirim 86.200 Liter untuk Warga

Saat Air Sulit Didapat, Pemprov Kalteng Kirim 86.200 Liter untuk Warga
Nampak warga antri saat proses penyaluran air bersih dari Pemprov Kalteng. (Foto: dok MMC KTg)

Palangka Raya-Spektroom : Ketika sumber air mulai sulit didapat akibat kekeringan, bantuan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi warga di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mendistribusikan 86.200 liter air bersih ke sejumlah kabupaten/kota, Selasa (22/9/2026), untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan.

Bantuan tersebut disalurkan ke Kabupaten Barito Timur, Gunung Mas, Kota Palangka Raya, Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.

Distribusi dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Salah satu bantuan terbesar dikirim ke Desa Tri Tunggal, Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau, sebanyak 20.000 liter untuk memenuhi kebutuhan 96 kepala keluarga.

Salah satu warga penerima bantuan Sutono merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan. "Bantuan ini benar-benar bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari, " katanya.

Sementara di wilayah lainnya, air bersih disalurkan antara lain ke Desa Rodok, Tampa, Wuran, Bantai Karau dan Bararawa di Barito Timur; Desa Teluk Lawah di Gunung Mas; Sei Gohong di Palangka Raya; serta sejumlah desa di Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.

Dengan tambahan distribusi tersebut, total penyaluran air bersih secara kumulatif hingga 22 September 2026 mencapai 2.901.950 liter.

Pemprov Kalteng bersama pihak terkait terus memantau kondisi lapangan dan menyalurkan air secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat.

Bagi warga yang menghadapi keterbatasan sumber air, setiap tangki yang datang bukan sekadar angka dalam laporan. Air tersebut menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, mulai dari minum hingga keperluan rumah tangga, selama kekeringan masih berlangsung.

Data distribusi ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring berlanjutnya penyaluran air bersih di sejumlah wilayah Kalteng. (Polin-Dw/:Ist)

Berita terkait

Stunting di Ambon Turun, Wawali Ambon  Minta Orang Tua Tidak Abaikan Gizi Anak

Stunting di Ambon Turun, Wawali Ambon  Minta Orang Tua Tidak Abaikan Gizi Anak

Ambon  — Spektroom : Penurunan angka stunting di Kota Ambon menunjukkan perkembangan positif. Namun, capaian tersebut dinilai tidak boleh membuat perhatian terhadap gizi dan tumbuh kembang anak mengendur. Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisuta menegaskan, percepatan penurunan stunting harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar mengejar penurunan angka, tetapi memastikan setiap anak mendapatkan

Nurana Diah Dhayanti, Eva Moenandar
GreenMu Dorong Sampah Bernilai Ekonomi, Bupati Banyumas Dukung Gerakan Zero Waste to Money

GreenMu Dorong Sampah Bernilai Ekonomi, Bupati Banyumas Dukung Gerakan Zero Waste to Money

Banyumas-Spektroom :Pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas terus diarahkan tidak sekadar untuk mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menjadi sumber nilai ekonomi bagi masyarakat. Arah tersebut mendapat dukungan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melalui gerakan Green Movement Muhammadiyah (GreenMu). Dukungan itu disampaikan Sadewo saat menghadiri pengukuhan Satgas GreenMu yang dihadiri Wakil Menteri

Bian Pamungkas
Pemkab Pasaman Barat-OJK Bangun Ekosistem Pembiayaan Komoditas Jagung

Pemkab Pasaman Barat-OJK Bangun Ekosistem Pembiayaan Komoditas Jagung

Pasaman Barat–Spektroom : Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat ekosistem pembiayaan komoditas jagung melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, perbankan, PNM, Jamkrida, BPJS Ketenagakerjaan, kelompok tani, dan Perum Bulog di Auditorium Kantor

Rafles
Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Hadiri Dies Natalis Unila, Gubernur Mirza Paparkan Lampung Sebagai Lumbung Pangan Strategis Nasional

Bandarlampung - Spektroom: Sejak berdiri pada 23 September 1965, Universitas Lampung (Unila) telah menempuh perjalanan panjang, dari perguruan tinggi yang lahir dari cita-cita masyarakat Lampung, menjadi universitas yang terus memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian, tata kelola, serta kontribusinya di tingkat daerah nasional maupun di internasional. Angka 61, bukan sekedar angka

Anggoro AP