Saat Bel Sekolah Kembali Berbunyi, Anak-Anak Kalbar Sambut Akhir Belajar dari Rumah

Saat Bel Sekolah Kembali Berbunyi, Anak-Anak Kalbar Sambut Akhir Belajar dari Rumah
Suasana arus lalulintas kota Pontianak hari pertama sekolah dibuka kembali. Foto : Tangkapan Layar Dishub Kota Pontianak.

Pontianak-Spektroom: Pengumuman dimulainya kembali pembelajaran tatap muka pada Senin, (28/09/2026), disambut seperti kabar yang sudah lama ditunggu ribuan siswa di Kalimantan Barat.

Setelah berminggu-minggu belajar dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), suara bel sekolah akhirnya kembali terdengar.

Di SD Negeri 58 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, anak-anak datang dengan semangat yang berbeda.

Sebagian mengenakan masker, sebagian lainnya tampak berlari kecil menuju kelas untuk bertemu teman-teman yang selama ini hanya terlihat melalui layar ponsel atau komputer.

Bagi mereka, kembali ke sekolah bukan sekadar soal belajar.

Ada kerinduan untuk bercengkerama, bermain saat jam istirahat, dan merasakan suasana kelas yang sempat hilang akibat memburuknya kualitas udara.

Melepas rindu dengan teman sebangku saling bincang . Foto : Dok SDN 58 kubu raya.

"Kami senang bisa sekolah lagi," ujar beberapa siswa kepada guru mereka saat memasuki ruang kelas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Muhammad Firdaus, mengatakan keputusan mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka diambil setelah kondisi kualitas udara menunjukkan perbaikan.

Namun, kewaspadaan belum diturunkan. Sekolah diminta tetap menerapkan protokol kesehatan, membatasi aktivitas luar ruangan, serta terus memantau perkembangan kualitas udara setiap hari.

"Keselamatan dan kesehatan siswa tetap menjadi prioritas utama," katanya.

Suasana serupa terlihat di SMP Negeri 9 Pontianak. Setelah hampir dua bulan menjalani pembelajaran daring, halaman sekolah kembali dipenuhi siswa yang datang dengan wajah ceria.

Kepala SMPN 9 Pontianak, Lukman Hakim, mengaku momen hari pertama sekolah terasa istimewa. Guru dan siswa yang lama tidak bertemu kembali saling menyapa dan bersalaman.

"Kegembiraan anak-anak terlihat jelas dari raut wajah mereka. Guru-guru juga merasakan hal yang sama," ujarnya.

Meski pembelajaran sudah dimulai, sekolah masih memberlakukan jam belajar terbatas sekitar 30 hingga 35 menit per mata pelajaran. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi apabila kondisi udara kembali memburuk. Bagi orang tua, kembalinya anak ke sekolah membawa rasa lega tersendiri.

Yeni, salah seorang wali murid, mengaku pembelajaran tatap muka membuat anaknya lebih fokus dibanding saat belajar dari rumah.

"Yang penting sekarang bisa belajar seperti biasa lagi. Mudah-mudahan tidak ada kabut asap lagi," katanya.

Di Kota Singkawang, kabar baik juga datang setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan tren membaik dalam beberapa hari terakhir.

Pemerintah setempat pun memutuskan memberlakukan pembelajaran tatap muka penuh untuk seluruh jenjang pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, menegaskan bahwa sekolah tetap diminta menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup sehat meski kualitas udara mulai membaik.

Kembalinya aktivitas belajar di ruang kelas menjadi secercah harapan di tengah panjangnya musim kemarau dan ancaman karhutla yang masih membayangi Kalimantan Barat.

Di balik meja-meja belajar yang kembali terisi, tersimpan harapan sederhana para siswa: bisa terus belajar, bermain, dan tumbuh bersama tanpa lagi terganggu kabut asap yang selama berbulan-bulan menyelimuti langit daerah mereka.

Berita terkait

Respati Dorong Quick Win Smart City Surakarta, Fokus pada Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Respati Dorong Quick Win Smart City Surakarta, Fokus pada Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi mendorong Forum Dewan Smart City memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat pembangunan ekosistem pemerintahan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurut Respati, Master Plan Smart City Kota Surakarta perlu diterjemahkan ke dalam program yang konkret, terukur, terintegrasi, serta memberikan

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
50 Anggota Pramuka  Termasuk 13 Pramuka  Kebutuhan Khusus Ambil Bagian Praktik Water Rescue

50 Anggota Pramuka Termasuk 13 Pramuka Kebutuhan Khusus Ambil Bagian Praktik Water Rescue

Jakarta-Spektroom : Saka Rintisan SAR Kwartir Cabang Jakarta Selatan menggelar Latihan dan Praktik Water Rescue sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Kegiatan tersebut dilakukan di pantai mutiara ancol Jakarta Utara yang diikuti Sebanyak 50 peserta termasuk 13 Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) dari Gugus

Asmari, Bian Pamungkas