Saat Ekonomi Umat Menjadi Harapan, MES Palangka Raya Resmi Mengemban Amanah Baru
Palangka Raya-Spektroom: Di masa tantangan ekonomi yang terus berubah, harapan akan tumbuhnya usaha yang adil, beretika, dan menyejahterakan masyarakat semakin menguat. Bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, hingga wirausahawan, ekonomi yang bertumpu pada kejujuran, kemitraan, dan keberkahan diyakini menjadi salah satu jalan menuju kesejahteraan bersama. Semangat itulah yang mewarnai pelantikan Pengurus Daerah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Palangka Raya Periode 1448 H–1451 H (2026–2029) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Palangka Raya, Sabtu (25/7/2026).
Pelantikan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan organisasi, melainkan momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi syariah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Menurut Zaini, jajaran pengurus yang baru dilantik memikul amanah untuk menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
"Kepemimpinan dan kepengurusan yang terbentuk hari ini bukan sekadar simbolis formalitas organisasi. Ini adalah amanah peradaban sekaligus panggilan moral untuk mengorkestrasi potensi ekonomi umat agar bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan," ujarnya.
Wakil walikota meyakini komposisi kepengurusan MES Kota Palangka Raya yang terdiri atas kalangan intelektual, praktisi, tokoh agama, dan pelaku usaha menjadi modal besar untuk melahirkan berbagai inovasi serta memperluas pengembangan ekonomi syariah di Kota Cantik.
Menurutnya, dinamika ekonomi global dan nasional menuntut setiap daerah memiliki fondasi ekonomi yang kokoh. Dalam konteks itu, ekonomi syariah dinilai tidak hanya sebagai konsep keagamaan, tetapi juga sebagai sistem ekonomi yang rasional, universal, serta memiliki daya tahan menghadapi berbagai perubahan.
Zaini menjelaskan, prinsip-prinsip ekonomi syariah seperti sistem bagi hasil, keadilan dalam transaksi, transparansi, serta larangan terhadap praktik spekulasi berlebihan selaras dengan visi pembangunan Kota Palangka Raya yang mengedepankan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Ekonomi syariah bersifat inklusif karena terbuka bagi siapa saja yang ingin menjalankan aktivitas ekonomi secara adil, beretika, dan saling menguntungkan tanpa memandang latar belakang," tuturnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan MES dalam berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk penguatan UMKM, pemberdayaan pelaku usaha, literasi keuangan syariah, hingga pengembangan ekosistem ekonomi yang berdaya saing.
Menutup sambutannya, Zaini mengajak seluruh pengurus MES Kota Palangka Raya menjalankan amanah dengan niat yang tulus, kerja keras yang terukur, serta semangat kolaborasi. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan organisasi sebagai motor penggerak ekonomi umat dan mengantarkan Palangka Raya menjadi salah satu barometer pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Tengah. (Polin-Gusti/ndik)