Saat Kepedulian Melawan Narkoba Disatukan, Kapolda Kalteng Hadiri Pengukuhan LCKI

Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan mencegah kejahatan, terutama penyalahgunaan narkotika, membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat.

Saat Kepedulian Melawan Narkoba Disatukan, Kapolda Kalteng Hadiri Pengukuhan LCKI
Pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah, Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (DPD LCKI) Prov. Kalteng di Aula Hotel Luwansa Palangka Raya. (Foto: Katherine/dok).

Palangka Raya-Spektroom : Upaya melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Semangat itulah yang mewarnai pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Hotel Luwansa Palangka Raya, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang dirangkai dengan seminar pencegahan penyalahgunaan narkotika tersebut dihadiri Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya organisasi yang diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum dan budaya pencegahan kejahatan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa keberhasilan mencegah kejahatan, terutama penyalahgunaan narkotika, membutuhkan sinergi seluruh komponen masyarakat.

"Polri membutuhkan dukungan seluruh komponen masyarakat. Melalui kehadiran organisasi seperti LCKI menjadi mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta memperkuat langkah-langkah preventif agar masyarakat tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan," ujar Iwan.

Ia juga berharap LCKI dapat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan muda, agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya narkotika, kekerasan, penyebaran hoaks, maupun berbagai bentuk kejahatan lainnya.

Sementara itu, Ketua DPD LCKI Provinsi Kalimantan Tengah, Dra. Kameloh Kusmiwaty, mengatakan terbentuknya LCKI di Kalimantan Tengah merupakan bagian dari gerakan nasional yang telah dimulai sejak 2005. Menurutnya, pencegahan kejahatan merupakan tanggung jawab bersama karena berbagai persoalan sosial saling berkaitan dan tidak dapat diselesaikan hanya melalui penegakan hukum.

"Pencegahan kejahatan tidak sepenuhnya menjadi tugas pihak penegak hukum saja, melainkan menjadi tugas dan urusan setiap orang dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya.

Sekretaris Badan Pengurus Daerah LCKI Kalimantan Tengah, Drs. Kalpin Bangkan, menambahkan bahwa setelah pengukuhan, organisasi akan memprioritaskan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat sebagai langkah membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain prosesi pengukuhan pengurus, kegiatan juga diisi seminar pencegahan penyalahgunaan narkotika yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum tersebut, LCKI berharap kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum semakin kuat sehingga upaya mencegah peredaran narkotika dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas.

Foto bersama Pengurus DPD LCKI KTg dan Kapolda Kalteng usai Pengukuhan. (Foto:Katherine/dok)

Dengan lahirnya LCKI Kalimantan Tengah, semangat melawan narkoba dan berbagai bentuk kejahatan diharapkan tidak lagi menjadi gerakan segelintir pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kalimantan Tengah yang aman, sehat, dan mampu melahirkan generasi yang terlindungi dari ancaman narkotika. (Polin-Ctr)

Berita terkait

Polri Gandeng 77 Kampus Bangun Pusat Studi Kepolisian Tingkatkan Pelayanan Publik

Polri Gandeng 77 Kampus Bangun Pusat Studi Kepolisian Tingkatkan Pelayanan Publik

Pontianak - Spektroom : Polri melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, institusi kepolisian menargetkan pembentukan 77 Pusat Studi Kepolisian di seluruh Indonesia dengan menggandeng 77 perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Langkah besar tersebut mengemuka dalam Rapat Tindak Lanjut Pusat Studi Kepolisian yang digelar secara daring, Rabu (15/07/2026), dipimpin

Apolonius Welly, Afrizal Aziz
Patroli Dan Penindakan Polres Nabire Bersama Polda Papua Tengah Ungkap 186 Kasus 3C

Patroli Dan Penindakan Polres Nabire Bersama Polda Papua Tengah Ungkap 186 Kasus 3C

Nabire-Spektroom : Angka kriminalitas diwilayah hukum Polda Papua Tengah, khususnya wilayah hukum Polres Nabire, tergolong cukup tinggi, sehingga jajaran Polres bersama Tim Khusus Polda Papua, gencar melakukan operasi kamtibmas, berupa patroli dan penindakan. Dalam kurun waktu Januari hingga minggu kedua Juli 2026 misalnya, kegiatan terpadu tersebut mengungkap 186 kasus kejahatan 3C,

Anthonius Teniwut, Julianto