Saat Sayur Mulai Mahal, Bupati Kubu Raya Turun ke Pasar Menenangkan Warga
Kubu Raya-Spektroom : Di sela deretan lapak sayur yang mulai lengang pasokannya, para pedagang di Pasar Bahagia, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, masih melayani pembeli yang datang membawa daftar kebutuhan rumah tangga.
Namun beberapa hari terakhir, percakapan yang paling sering terdengar bukan lagi soal menu masakan, melainkan harga sayuran yang perlahan merangkak naik.
Komoditi yang mencolok naiknya yaitu Cabai di atas 100 ribu/kg dan selalu memicu terjadinya kenaikan inflasi, kemudian Mentimun biasanya kisaran Rp.8.000/kg naik menjadi Rp.15.000/kg, sementara sayur mayur lain bergeser naik namun tidak mencolok dan kebutuhan tersedia.
Kondisi itu menjadi dampak dari kekeringan berkepanjangan yang melanda sejumlah daerah sentra produksi. Berkurangnya hasil panen membuat pasokan sayuran ke pasar ikut menurun.
Akibatnya, harga beberapa komoditas mengalami kenaikan dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Situasi tersebut mendorong Bupati Kubu Raya Sujiwo turun langsung meninjau Pasar Bahagia, Sabtu (26/9/2026).
Ia menyusuri lorong-lorong pasar, berbincang dengan pedagang, sekaligus melihat kondisi stok pangan yang tersedia di lapak-lapak penjualan.
Bagi sebagian warga, sayuran bukan sekadar komoditas dagangan.
Ketersediaannya menentukan menu harian keluarga. Ketika harga mulai naik, pengeluaran rumah tangga pun ikut menyesuaikan.
Di tengah kekhawatiran itu, Sujiwo meminta masyarakat tetap tenang.
Ia memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar-pasar Kubu Raya masih dalam kondisi aman.
“Masyarakat diminta untuk tetap tenang. Stok barang aman di pasar-pasar Kubu Raya.
Pemerintah terus memantau kondisi pasokan dan harga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya saat meninjau pasar.
Menurut Sujiwo, kenaikan harga yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah penghasil yang terdampak cuaca ekstrem.
Karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan distribusi komoditas pangan agar perubahan yang terjadi dapat segera diantisipasi.
Di lapangan, aktivitas jual beli tetap berlangsung. Pedagang masih menawarkan berbagai jenis sayuran, sementara pembeli memilih dengan lebih cermat kebutuhan yang akan dibawa pulang.
Gambaran itu menunjukkan bahwa tantangan pangan tidak hanya berada di lahan pertanian, tetapi juga menyangkut rantai distribusi yang menghubungkan daerah produksi dengan pasar-pasar rakyat.
Peninjauan langsung ke pasar menjadi cara pemerintah membaca kondisi riil yang dirasakan masyarakat.
Dari percakapan dengan pedagang hingga pengamatan terhadap stok barang, pemerintah memperoleh gambaran mengenai dampak kekeringan terhadap pergerakan harga pangan.
Di tengah cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, perhatian terhadap stabilitas pasokan menjadi semakin penting.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memastikan pemantauan akan terus dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dan gejolak harga dapat dikendalikan.
Bagi warga, kepastian itu menjadi kabar yang menenangkan di tengah naiknya harga sayuran yang setiap hari hadir di meja makan keluarga