Sadali Ie: Data Akurat Jadi Kunci Pembangunan Ekonomi Maluku
Ambon-Spektroom: Pemerintah Provinsi Maluku menekankan pentingnya data ekonomi yang akurat dan sesuai kondisi lapangan sebagai dasar menentukan arah pembangunan daerah. Data yang berkualitas dinilai menjadi kunci agar kebijakan pemerintah tidak sekadar berdasarkan angka, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, dalam Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Data Perkembangan Perekonomian Maluku Triwulan III 2026 di lantai 5 Gedung Kantor Keuangan Negara, Jalan Pattimura, Ambon, Rabu (21/10/2026).
Sadali mengatakan, pembahasan perkembangan ekonomi harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha swasta. Menurutnya, setiap pihak memiliki informasi dan pengalaman berbeda yang dapat memperkaya analisis kondisi perekonomian Maluku.
“Data statistik perlu dilengkapi dengan informasi faktual dari lapangan agar analisis yang dihasilkan semakin relevan dengan kondisi sebenarnya,” demikian inti pesan Sadali dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Dunia usaha juga memiliki kontribusi penting dalam mendorong produksi, investasi, perdagangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai tambah ekonomi daerah.
Karena itu, FGD tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian angka dan laporan statistik. Forum ini perlu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menjelaskan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator penting untuk membaca pertumbuhan dan struktur ekonomi daerah.
BPS mencatat, nilai PDRB Maluku pada triwulan II 2026 mencapai Rp17.684,95 miliar atas dasar harga berlaku dan Rp9.975,32 miliar atas dasar harga konstan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 1,11 persen secara kuartalan dan 5,31 persen secara tahunan.
Data perkembangan ekonomi triwulan III 2026 diharapkan memberikan gambaran lebih mutakhir untuk memperkuat perencanaan, menentukan prioritas program, mengidentifikasi peluang investasi, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan pembangunan di Maluku.(EM)