Sampaikan Kuliah Umum, Gubernur Mirza Minta, Setelah Lulus, Mahasiswa Unila Harus Buka Lapangan Kerja
Bandarlampung - Spektroom: Pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun Akademik 2026/2027, Universitas Lampung berhasil menjaring 76.655 pendaftar, namun yang diterima hanya 9.836 orang.
Sementara yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2.866 orang dengan rasio keketatannya 1 banding 10.
Hal itu disampaikan Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Rusmelia Apriyani pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Doktor, Magister, Spesialis, Sarjana, dan Diploma Universitas Lampung, Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Unila di Bandarlampung, Selasa (11/8/2026).
Menurut Rektor Rusmelia, minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Unila terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 Universitas Lampung (Unila), dari 26.957 peserta ujian, 2.866 berhasil diterima sebagai Mahasiswa baru. Dari total 2.866 mahasiswa diterima, terbagi di 8 Fakultas dan 108 Program Study serta sebanyak 1.319 orang atau hampir 45 persen masuk dalam skema KIP Kuliah.
Menurutnya, penetapan penerima KIP Kuliah mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi rujukan pemerintah pusat, dengan prioritas bagi siswa jika sebelumnya telah menerima bantuan pendidikan sejak jenjang SMP maupun SMA.

Diforum yang sama dalam penyampaian Kuliah umum dihadapan Mahasiswa Baru tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal menyampaikan, hilirisasi ekonomi di Lampung membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Lampung, karena jika SDM nya dari luar Lampung Finansial yang diperoleh dari perekonomian itu dibawa keluar Lampung.
"Hilirisasi ekonomi di Lampung sangat membutuhkan SDM, SDM-nya dari mana? SDM-nya harus dari Lampung. Kalau SDM yang mengelola ini dari luar Lampung, maka uangnya akan dibawa lagi oleh mereka. Tapi SDM yang dipakai ini adalah orang dari Lampung, maka uangnya akan balik ke sini. Nah, bagaimana mengelola ini? Inilah yang diajarkan di Universitas Lampung" terang Gubernur Mirza.
Mirza juga mengilustrasikan, mahasiswa Unila harus berfikir bagaimana mengelola kekayaan hayati yang dimiliki untuk dijadikan produk jadi, untuk kontribusi UMKM, untuk diekspor, dan untuk keperluan lainnya
Intinya, terus Mirza seluruh mahasiswa di Unila harus punya keinginan, bagaimana menjadikan dirinya punya manfaat untuk Provinsi Lampung ke depan.
Dalam program KKN misalnya, Unila menempatkan mahasiswanya ke desa-desa, dan mahasiswa-mahasiswa itu harus punya dampak untuk masyarakat di desa tersebut, terutama untuk ekonominya, yaitu program Desaku Maju.
"Dalam hal ini Pemprov Lampung juga bekerja sama dengan Unila National Cassava Center (NCC) adalah pusat keunggulan nasional untuk riset, inovasi, dan hilirisasi komoditas singkong (ubi kayu), kita juga butuh SDM dari UNILA untuk meningkatkan SDM lokus program Desaku Maju." ujar Mirza mengingatkan.
Dalam 10 tahun ke depan, Mirza berharap desa-desa di Lampung tumbuh, besar dan maju. Maka, mari kita jadikan, sekali lagi, ada 9.836 calon ilmuwan, yang belajar bukan hanya untuk jadi serjana, namun menciptakan lapangan kerja.
"Kalian bukan belajar untuk hanya jadi serjana. Setiap tahun di Lampung ada 30.000 lulusan. Lowongan pekerjaan setiap tahun untuk S1 di Provinsi Lampung tidak pernah lebih dari 5.000. Maka, ketika lulus, satu orang akan bersaing dengan lima orang. Ketika lulus, akan ada lima orang memperebutkan satu pekerjaan. Bahkan nanti ke depan, mungkin 6, mungkin 7 orang memperebutkan satu pekerjaan" kata Gubernur Mirza mengakhiri kuliah umumnya.(@Ng).