Sebanyak 20 Orang Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang Pelatihan Perawatan Kulit

Sebanyak 20 Orang Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang Pelatihan Perawatan Kulit
Sebanyak 20 orang warga binaan Perempuan Kelas IIA Semarang mendapat pelatihan perawatan kulit dari LPK Widya, Selasa (26/08/2025).

Sebanyak 20 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Rakyat (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang mendapat pelatihan perawatan kulit. Dalam melaksanakan pelatihan ini, Lapas bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Keterampilan (LPK) Widya.

Kegiatan pelatihan diisi dengan teori dasar perawatan kulit dan rambut, dilanjutkan dengan praktik teknik keramas yang baik dan benar. Kalapas Perempuan Semarang, Ade Agustina, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak hanya sebatas materi dasar.

“Kami berharap ada tambahan pelatihan yang lebih mendalam. Keterampilan ini sangat berguna bagi mereka setelah bebas nanti,” ujarnya, Selasa (26/8/2024)

Setelah pelatihan selesai, seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai pengakuan atas keterampilan yang telah dipelajari. Salah satu warga binaan, berinisial BI mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti pelatihan.

"Menambah pengetahuan tentang perawatan diri. Saya juga jadi punya keterampilan baru yang bisa saya manfaatkan setelah bebas nanti,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Perempuan Semarang berharap mampu mencetak warga binaan yang tidak hanya siap kembali ke masyarakat. Akan tetapi, juga memiliki peluang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.Sebanya

Berita terkait

Pemkot Ambon Fasilitasi Musyawarah, Ahli Waris Rehatta Belum Sepakat Tentukan Raja Negeri Soya

Pemkot Ambon Fasilitasi Musyawarah, Ahli Waris Rehatta Belum Sepakat Tentukan Raja Negeri Soya

Ambon–Spektroom:Pemerintah Kota Ambon menyatakan telah melaksanakan seluruh kewajibannya untuk memfasilitasi musyawarah Mata Rumah Parentah Rehatta dalam menentukan calon Raja Negeri Soya sesuai amanat putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Namun hingga kini, para ahli waris belum mencapai kesepakatan mengenai sosok yang akan diusulkan sebagai raja definitif. Penjabat Sekretaris

Eva Moenandar, Buang Supeno