Sejuk Asri,Wakil Wali Kota Sawahlunto bersama Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Lahan Bekas Tambang, Dorong Percepatan Reklamasi

Sejuk Asri,Wakil Wali Kota Sawahlunto bersama Kapolda Sumbar Tanam 200 Pohon di Lahan Bekas Tambang, Dorong Percepatan Reklamasi
Sejuk Asri, Kapolda Sumbar dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Tanam 200 Pohon di Lahan Bekas Tambang, Dorong Percepatan Reklamasi. (Foto: Prokopim Swl)

Sawahlunto–Spektroom : Upaya pemulihan lingkungan di kawasan bekas pertambangan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program Polda Sumbar "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan percepatan reklamasi lahan bekas tambang yang digagas Polda Sumatera Barat dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 200 batang pohon ditanam di lahan seluas sekitar dua hektare. Pohon yang ditanam terdiri dari 50 batang sengon, 75 batang kaliandra, dan 75 batang akasia, yang dipilih karena memiliki kemampuan mendukung pemulihan kualitas tanah serta mempercepat penghijauan kawasan.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Menurutnya, keberhasilan rehabilitasi lahan kritis sangat bergantung pada komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

"Pemulihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui program Sejuk Asri, kami ingin membangun gerakan bersama yang tidak hanya fokus pada penghijauan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam," ujar Gatot.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dalam menangani dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga ekosistem.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumatera Barat yang dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan di Kota Sawahlunto, yang memiliki sejarah panjang sebagai daerah pertambangan.

Menurut Jeffry, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan tambang, tokoh masyarakat, dan warga sekitar merupakan faktor penting dalam mempercepat proses reklamasi lahan bekas tambang agar kembali produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kolaborasi seperti ini menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi kawasan bekas tambang. Dengan dukungan semua pihak, lahan yang sebelumnya tidak produktif dapat dipulihkan sehingga kembali memiliki fungsi ekologis dan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Pemerintah Kota Sawahlunto, lanjut Jeffry, berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam rehabilitasi kawasan bekas tambang yang tersebar di sejumlah wilayah kota.

Selain mengembalikan fungsi ekologis kawasan, program penghijauan juga diarahkan pada pengembangan tanaman yang memiliki nilai produktif dan ekonomi. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Program Sejuk Asri menjadi salah satu bentuk nyata komitmen bersama dalam menghadirkan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat, khususnya di kawasan bekas pertambangan Sawahlunto yang tengah bertransformasi menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan. (Ris1)

Berita terkait

Wagub Lampung Jihan Nurlela Jadi Narasumber Talkshow Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026

Wagub Lampung Jihan Nurlela Jadi Narasumber Talkshow Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026

Jakarta - Spektroom: Upaya memperkuat tata kelola keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus utama pemerintah, auditor negara, dan profesi akuntan dalam menghadapi target Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut mengemuka dalam Public Sector Governance Summit (PSGS) 2026 bertema Mengelola Keuangan Negara Menuju Indonesia Emas: Transparansi, Akuntabilitas

Anggoro AP