Sejumlah Desa Masih Terisolir di Aceh Tengah, 3 Ton Bantuan Disalurkan Lewat Udara

Sejumlah Desa Masih Terisolir di Aceh Tengah, 3 Ton Bantuan Disalurkan Lewat Udara
Pendistribusian bantuan ke desa terisolir di Aceh Tengah dilakukan lewat udara (Foto: BNPB)

Spektroom - Pemerintah terus menggenjot distribusi bantuan bagi warga terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tengah.

Bantuan logistik disalurkan lewat udara menggunakan sejumlah helikopter untuk menjangkau desa-desa yang masih terisolir maupun sulit dijangkau lewat darat.

Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan distribusi melalui udara menjadi opsi utama karena masih ada akses darat yang terputus karena jembatan dan jalan rusak. Selain itu, ada juga jalan yang menghubungkan antar desa masih sulit dilewati mobil.

“Hari ini kami fokuskan distribusi bantuan melalui jalur udara agar bantuan bisa segera sampai ke kampung-kampung yang masih sulit diakses kendaraan darat,” kata Murthalamuddin, Senin (19/01/2026).

Berdasarkan data BNPB, terdapat 8 sorti penerbangan yang direncanakan menggunakan 3 unit helikopter jenis BNPB EC155-B1 dengan nomor registrasi PK-VPD melaksanakan 3 sorti penerbangan dengan tujuan Kampung Penarun dan Kampung Jamat di Kecamatan Linge serta Kampung Bintang Pepara di Kecamatan Ketol.

Masing-masing penerbangan membawa muatan logistik seberat 500 kilogram. Selain itu, helikopter BNPB Bell 407 dengan registrasi PK-ZGL melaksanakan 2 sorti penerbangan ke Kampung Bergang dan Kampung Serempah di Kecamatan Ketol, dengan kapasitas muatan masing-masing 300 kilogram.

Sementara helikopter BNPB Bell 505 dengan registrasi PK-ELS melaksanakan 3 sorti penerbangan menuju Kampung Burlah di Kecamatan Ketol, Kampung Bius Utama atau Dusun Gantung Langit di Kecamatan Silih Nara, serta Kampung Umang di Kecamatan Linge, dengan muatan masing-masing 300 kilogram.

Murthalamuddin menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan serta kebutuhan dasar lainnya. Seluruh bantuan langsung diserahkan kepada aparat kampung setempat untuk kemudian dibagikan kepada warga terdampak.

Berdasarkan update data terakhir, tercatat 6.562 jiwa masih terisolir di 15 kampung di Aceh Tengah. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan parah pada akses transportasi darat, termasuk longsor yang menutup badan jalan dan ambruknya sejumlah jembatan penghubung.

Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah pada 26 November 2025 berdampak pada 14 kecamatan dan 295 kampung. Sebanyak 45 titik pengungsian masih aktif dengan jumlah pengungsi mencapai 5.306 jiwa, di mana 587 orang di antaranya merupakan warga dari luar Kabupaten Aceh Tengah.

Dampak kerusakan pasca bencana juga cukup signifikan. Data posko mencatat sebanyak 4.221 unit rumah mengalami kerusakan.

Sektor pertanian juga terdampak dengan rusaknya lahan kopi seluas 12.638 hektare, lahan cabai seluas 4.099 hektare, serta sawah seluas 2.765,22 hektare.

Sedangkan Sektor perikanan juga terdampak dengan luas kerusakan mencapai 55,53 hektare.

Pada sektor infrastruktur, tercatat 306 ruas jalan mengalami kerusakan, disertai 179 titik jembatan yang rusak serta 130 jaringan irigasi yang terdampak. Kerusakan juga terjadi pada 235 tiang listrik, sementara jaringan listrik terganggu di 38 desa. Selain itu, akses telekomunikasi dilaporkan terganggu di 40 desa.

Kerusakan fasilitas umum meliputi 4 unit kantor pemerintahan, 150 rumah ibadah, 72 sekolah, 12 dayah atau pondok pesantren, 3 puskesmas, 4 puskesmas pembantu, serta 33 polindes. Dari sisi korban jiwa, tercatat 234.710 warga terdampak bencana, dengan rincian 25 orang meninggal dunia dan 3 orang masih dinyatakan hilang.

Murthalamuddin menegaskan, pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, dan Polri akan terus melanjutkan distribusi bantuan melalui jalur udara selama akses darat belum pulih sepenuhnya.

“Prioritas kita kini memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasar terpenuhi. Sambil berjalan, kami juga terus membuka akses jalan agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya.

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti