Sejumlah Perairan di Maluku Utara Masih Berpotensi Terjadi Gelombang Tinggi, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara diprediksi masih terjadi gelombang tinggi dipicu angin kencang, yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang.
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke depan mulai tanggal 18 - 21 Oktober 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Justia P. D. Galensong dalam releasenya Sabtu (17/10/2026) mengatakan, wilayah Indonesia Utara ekuator umumnya bertiup dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 15 knot. Sedangkan Wilayah Selatan Indonesia umumnya bergerak dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Arafuru Bagian Timur.
"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Justia.
Tinggi gelombang tersebut, lanjutannya, berpeluang terjadi di perairan Barat Laut Morotai, Timur Laut Morotai, Tenggara Morotai, perairan Kepulauan Loloda, perairan Kepulauan Batang Dua, Halmahera Barat, Timur Kepulauan Halmahera dan perairan Gebe.
"Melihat kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter" tandas Yustia.
Yustia juga mengimbau agar tetap waspada potensi peningkatan ketinggian gelombang akibat peningkatan kecepatan angin.
Kepada para nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga nelayan, Justia minta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.
" Kami imbau kepada penyelenggara transportasi laut dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan, jika dirasa gelombang laut meninggi agar menangguhkan pelayaran demi keselamatan." ujarnya mengingatkan.
Disamping itu Perusahaan Pelayaran dan masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.
"Agar tidak terkecoh dengan cuaca, masyarakat agar selalu merujuk informasi cuaca kepada BMKG" pungkasnya.