Sekjen PBB : Lebih dari 3 Miliar Orang Tidak Terpenuhi Hak Akan Hunian Layak
Jakarta - Spektroom : Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) , António Guterres menyatakan, hunian yang layak merupakan landasan bagi martabat, keamanan dan peluang. Pesan itu dibacakan oleh Anacláudia Rossbach, Wakil Sekretaris Jenderal sekaligus Direktur Eksekutif Program Permukiman Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-Habitat) pada peringatan Hari Habitat Dunia 2026 - "Hunian Layak bagi Semua" di Muscat, Oman, Senin (5/10/2026) waktu setempat.
Seperti diikutip melalui UN TV, dalam pesannya Sekjen PBB menyampaikan, pada kenyataannya, lebih dari sepertiga 8,3 miliar populasi dunia tidak terpenuhi haknya akan hunian.
“Namun, lebih dari 3 miliar orang tidak mendapatkan hak asasi manusia yang universal ini”, ungkap Guterres. Ia menambahkan, lebih dari 1 miliar orang tinggal di permukiman informal dan kawasan kumuh.
“Sementara banyak lainnya mengalami tunawisma atau terpaksa mengungsi akibat konflik, bencana, dan perubahan iklim.”, tambah Sekjen PBB yang akan mengakhiri masa jabatannya Desember 2026 mendatang.
Sekjen PBB Antonio Guterres menekankan, investasi dalam hunian layak dan mentransformasi permukiman informal dapat mengurangi kemiskinan, mengatasi ketimpangan, membangun ketahanan iklim, serta mewujudkan masyarakat yang damai dan inklusif.
Menurut Guterres, untuk memenuhi ha katas hunian layak ini bukan menjadi tanggung jawab seluruh pihak .
“Hal ini menuntut tindakan terkoordinasi di setiap tingkatan, di mana pemerintah pusat dan daerah merumuskan kebijakan yang berani, membangun kemitraan, serta mendasarkan keputusan pada data yang akurat”, jelasnya.
Arsitektur keuangan internasional juga harus direformasi guna memobilisasi pendanaan yang memadai, dapat diprediksi, dan terjangkau, yang dibutuhkan negara-negara berkembang untuk berinvestasi dalam penyediaan hunian secara masif.
António Guterres yang menjabat Sekretaris Jenderal PBB selama dua periode mengajak dunia agar setiap orang memiliki tempat yang disebut “rumah”.
“Pada Hari Habitat Sedunia ini, mari kita perlakukan perumahan sebagai barang publik dan membangun dunia di mana setiap orang memiliki tempat untuk disebut sebagai rumah. di mana setiap orang memiliki tempat yang dapat disebut sebagai rumah”, tutup Guterres dalam pesannya. (UN TV) ( Nova )