Selama Sepekan Aktivitas Seismisitas di Maluku Utara Tercatat 124 Kejadian Gempabumi
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate mencatat selama sepekan periode tanggal 2 - 8 Oktober 2026 aktivitas seismisitas di Maluku Utara tercatat sebanyak 124 kejadian gempabumi dengan 1 kali gempabumi yang dirasakan masyarakat.
Aktivitas didominasi oleh gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 50 km sebesar 58,9 persen, sementara 56,5 persen merupakan gempa bumi dengan magnitudo kurang dari 3. Wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi berada di Laut Maluku, dengan puncak aktivitas terjadi pada 2 Oktober 2026 sebanyak 26 kejadian.
Dalam releasenya Jumat (9/10/2026) Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa mengatakan, masyarakat agar tetap tenang tetapi selalu waspada. Untuk aktivitas atmosfer, selama periode yang sama tercatat 32 kejadian petir, namun belum terpantau lokasi yang menjadi dominan.
Sementara itu, aktivitas kemagnetan bumi berada dalam kondisi tenang, dengan indeks K maksimum 4 dan indeks A maksimum 21. Indeks K merupakan ukuran tingkat gangguan magnet bumi dalam interval waktu 3 jam, dengan skala 0–9. Semakin besar nilainya, semakin kuat gangguan magnet bumi yang terjadi.
"Nilai maksimum K=4 menunjukkan aktivitas gangguan magnet aktif. Sedangkan indeks A merupakan ukuran kuantitatif aktivitas magnet bumi harian yang dihitung dari beberapa nilai K dan dinyatakan pada skala linear. Nilai A maksimum 21 juga menunjukkan kondisi gangguan magnet yang aktif. Selama periode tersebut terdapat gangguan badai magnet pada tanggal 4 Oktober 2026 dengan status kondisi G0/Active-Day," ujar Erik.
Untuk informasi astronomi, pada 3–9 Oktober 2026 waktu terbit Matahari di wilayah Maluku Utara berada sekitar 06.10–06.27 WIT, sedangkan waktu terbenam berkisar 18.14–18.32 WIT. Waktu transit Matahari terjadi sekitar 12.12–12.30 WIT. Informasi tersebut mencakup kondisi waktu terbit, transit, dan terbenam Matahari untuk 11 kota di Maluku Utara.
Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kecil dengan 1 gempabumi dirasakan, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat aktif.
"Selama periode pengamatan, kondisi kegempaan, petir, dan kemagnetan bumi di Maluku Utara relatif kondusif. Aktivitas gempabumi didominasi gempa-gempa kecil dan tidak dirasakan, aktivitas petir tercatat dalam jumlah terbatas, serta kondisi medan magnet Bumi berada pada tingkat tenang," tutup Erik.
Untuk memperoleh informasi dapat hubungi Stasiun Geofisika Ternate yang beralamat di Jl. Bali Bunga, Kel. Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, 97713, Telepon/WhatsApp 0815-9966-108.