Senyum Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Perhatian, Edukasi Gigi Diperkuat di Semarang
Semarang-Spektroom : Menjaga kesehatan gigi bagi anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian dan cara pendekatan yang berbeda. Tidak hanya pemeriksaan di fasilitas kesehatan, kebiasaan merawat gigi di rumah juga menjadi bagian penting yang perlu dipahami anak dan orang tua.
Hal itu menjadi perhatian dalam kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” yang digelar PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak di Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D) Semar Cakep, Semarang, Minggu (4/10/2026).
Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus bersama orang tua mengikuti kegiatan tersebut. Lebih dari 20 dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak memberikan pemeriksaan, konsultasi, serta edukasi mengenai perawatan gigi dan mulut.
Ketua IKA UNAIR Komisariat Fakultas Kedokteran Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Satiti Kuntari, MS., SpKGA(K), mengatakan anak berkebutuhan khusus memiliki kebutuhan spesifik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Karena itu, menurut dia, pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk membantu orang tua memahami cara merawat gigi anak sesuai kondisi masing-masing.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemeriksaan, edukasi, serta pendampingan kepada anak sekaligus meningkatkan pengetahuan orang tua agar perawatan kesehatan gigi dapat dilakukan secara tepat dan berkelanjutan di rumah,” ujarnya.
Selain pemeriksaan, anak-anak mendapatkan edukasi dan praktik menyikat gigi dengan benar. Layanan juga mencakup konsultasi kesehatan gigi, pemberian topikal aplikasi fluoride, serta pembagian sikat gigi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari Program GITA (Gisikdrono Tangguh dan Berdaya): Kampung Inklusif Perkotaan, program binaan Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal Ahmad Yani yang berfokus pada pemberdayaan anak penyandang cerebral palsy dan keluarganya.
Ketua P3D Semar Cakep, Fitri Maryunani, menilai pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak membuat layanan kesehatan lebih mudah diterima.
Menurutnya, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan anak, tetapi juga orang tua yang memperoleh pengetahuan untuk melanjutkan perawatan kesehatan gigi di rumah.