SMALLOW Antar Fathir Raih Perak OMI Riset 2025: Inovasi Siswa Madrasah Kembali Bicara

Proyek SMALLOW ini tercipta dari riset Fathir mengenai gangguan tidur yang semakin meningkat pada remaja hingga dewasa muda.

SMALLOW Antar Fathir Raih Perak OMI Riset 2025: Inovasi Siswa Madrasah Kembali Bicara
Fathir Mohamad Ikhsan, meraih Medali Perak (Juara II) pada Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset Tingkat Nasional. (dok humas MANIS1)

Spektroom – MAN 1 Kota Sukabumi kembali mencatatkan prestasi dalam dunia riset. Salah satu siswanya, Fathir Mohamad Ikhsan, meraih Medali Perak (Juara II) pada Grand Final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset Tingkat Nasional 2025 di Hotel Grand El Hajj, Kota Tangerang, 10–13 November 2025. Fathir tampil melalui proyek inovasi bertajuk SMALLOW (Smart Pillow) sebuah bantal pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang sebagai solusi peningkatan kualitas tidur, khususnya bagi penderita insomnia.

Fathir presentasi dan juripun menguji langsung smart pillow karyanya. (dok humas MANIS1)

Proyek SMALLOW ini tercipta dari riset Fathir mengenai gangguan tidur yang semakin meningkat pada remaja hingga dewasa muda. SMALLOW memadukan tiga sistem utama: sensor pendeteksi pola tidur, pengatur lingkungan secara otomatis, dan aplikasi pemantau kualitas tidur.

Bantal ini dilengkapi sensor tekanan, sensor detak jantung, dan sensor suhu yang memantau aktivitas tidur pengguna. Data yang terkumpul diproses melalui algoritma AI untuk mengenali pola insomnia, termasuk tanda stres atau gelisah. SMALLOW kemudian merespons dengan mengatur suhu bantal, mengaktifkan fitur aromaterapi ringan, dan memutar white noise bila diperlukan. Semua data bisa dipantau lewat aplikasi, lengkap dengan rekomendasi tidur yang dihasilkan AI.

Dengan konsep “bantal yang bisa membaca kebutuhan penggunanya”, karya ini menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian juri OMI Riset 2025.

Kepala MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Tatang Moh. Abdurahman, M.Ag., dan Fathir usai terima medali (dok humas MANIS1)

Keberhasilan tersebut disambut hangat oleh pimpinan madrasah. Kepala MAN 1 Kota Sukabumi, Drs. Tatang Moh. Abdurahman, M.Ag., menyebut prestasi ini sebagai bukti kemampuan siswa madrasah bersaing di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan anugerah sekaligus hasil kerja keras, doa, dan kolaborasi yang luar biasa antara siswa, guru pembimbing, dan seluruh warga madrasah. Fathir telah membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk terus berkarya dan berinovasi,” ujarnya Kamis, (13/11/2025).

Guru pembimbing OMI riset, Viqhi Aswie, M.T., menegaskan bahwa pencapaian ini tidak datang tiba-tiba.

“Fathir menunjukkan dedikasi luar biasa selama proses riset hingga tahap final. Ia tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki karakter pantang menyerah. Medali perak ini adalah buah dari semangat, kerja keras, dan doa bersama. Kami bangga atas pencapaian ini,” jelasnya.

Pembimbing lainnya, Nurlaeli, S.Pd., menambahkan bahwa SMALLOW lahir dari budaya riset yang terus dirawat di madrasah.

Fathir presentasi didepan juri OMI 2025 (dok humas MANIS1)

Sementara itu, Fathir merespons capaian ini dengan rendah hati.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Terima kasih kepada Bapak-Ibu guru pembimbing, Kepala Madrasah, dan semua teman-teman yang terus memberi semangat,” ucapnya.

Raihan ini menegaskan komitmen MAN 1 Kota Sukabumi dalam menyiapkan generasi madrasah yang unggul, inovatif, dan melek teknologi. SMALLOW menjadi bukti bahwa kreativitas siswa madrasah tidak hanya kompetitif, tetapi juga relevan dan bermanfaat. (Polin – Dhamba)

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс