Soekarno Fun Run Upaya Membangkitkan Semangat Nasionalisme di Jember

Soekarno Fun Run Upaya Membangkitkan Semangat Nasionalisme di Jember
Sekitar 1.127 orang, turut serta dalam Soekarno Fun Run, Minggu (14/06/2026) (Foto: Tim Media DPC PDIP Jember)

Jember - Spektroom: Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Jember sukses menggelar kegiatan Soekarno Fun Run pada Minggu, (14/06/2026).

Acara ini bertujuan untuk membangkitkan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Jember, dan secara khusus mengajak warga untuk membangun jiwa raga yang sehat, sejalan dengan pemikiran proklamator kemerdekaan Indonesia.

Sebanyak 1.127 orang, turut serta dalam Soekarno Fun Run yang terbagi dalam dua kategori, yaitu jarak 5 kilometer dan Fun Run Family 2,5 kilometer. Titik awal dan garis akhir perlombaan ini berpusat di Kampus Politeknik Negeri Jember, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat.

Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang olahraga, melainkan juga bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang diperingati setiap bulan Juni.

DPC PDIP Jember berupaya menghormati sejarah serta nilai-nilai ideologis bangsa, sekaligus mengingatkan kembali generasi muda akan sosok dan pemikiran Bung Karno.

Ketua DPC PDIP Jember, Widarto, menjelaskan bahwa Soekarno Fun Run menjadi salah satu cara efektif untuk menggugah semangat nasionalisme generasi muda. Ia menekankan pentingnya membumikan kembali pemikiran Bung Karno

mengenai pembangunan jiwa dan raga yang sehat demi kemajuan bangsa. Menggugah Semangat Nasionalisme Lewat Olahraga.

“Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat terus meneladani langkah dan visi besar beliau,” ungkapnya.

Selain aspek kesehatan, Soekarno Fun Run tahun ini membawa pesan mendalam dari Bung Karno mengenai kemandirian bangsa, khususnya bagi generasi muda.

“Kami ingat pesan Bung Karno soal lari, bahwa generasi muda harus terus melangkah maju, berlarilah di kaki sendiri. Ini adalah metamorfosa bagaimana generasi muda harus mencapai kemandirian,” kata Widarto di hadapan para peserta.

Pesan tersebut dinilai sangat relevan agar bangsa Indonesia, khususnya anak-anak muda, bisa tetap mandiri dan tangguh di tengah situasi global yang penuh tantangan.

Menurut Widarto, bulan Juni sendiri dikenal sebagai “Bulan Bung Karno” karena memiliki deretan historis yang kuat dengan sang Proklamator.1 Juni, lahirnya Pancasila yang pertama kali disampaikan Bung Karno dalam sidang BPUPKI. 6 Juni, hari lahir Soekarno pada tahun 1901 dan 21 Juni, hari wafatnya Bung Karno pada tahun 1970.

Berita terkait

Bodewin Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Ambon Tengah Hadapi Cuaca Kering

Bodewin Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan, Ambon Tengah Hadapi Cuaca Kering

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca panas dan kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan serta mengganggu ketersediaan air bersih di Kota Ambon. Peringatan tersebut disampaikan Bodewin kepada wartawan usai peluncuran penyaluran bantuan pangan di Gudang Bulog Maluku, Halong, Kota Ambon,

Eva Moenandar, Rafles
Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Ditengah Efisiensi Anggaran, Pemko Sawahlunto Percepat Perbaikan 16 Ruas Jalan Senilai Rp34,04 Miliar

Sawahlunto-Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto tetap menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menekan ruang fiskal pemerintah daerah. Pada 2026, sebanyak 16 paket pekerjaan peningkatan ruas jalan disiapkan dengan total anggaran sekitar Rp34,04 miliar. Pekerjaan tersebut tersebar di empat kecamatan, yakni Silungkang, Lembah Segar, Barangin, dan Talawi.

Riswan Idris, Rafles
Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Kemenag Sawahlunto Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, Guru Diminta Hadirkan Pendidikan yang Memanusiakan

Sawahlunto-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Sawahlunto memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui pembinaan guru madrasah yang digelar di Aula Kemenag Kota Sawahlunto, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti kepala madrasah dan guru madrasah se-Kota Sawahlunto. Pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman sekaligus praktik KBC agar tidak berhenti sebagai

Riswan Idris, Rafles
ссс