Trending

Spanduk MABB Rusak, Mediasi Adat di Palangka Raya Belum Temukan Titik Temu

Spanduk MABB Rusak, Mediasi Adat di Palangka Raya Belum Temukan Titik Temu
Bukti spanduk MABB di Jalan Hiu Putih, Palangka Raya, yang dirusak. (Foto: dok. Hariyoso)

Palangka Raya-Spektroom: Persoalan kerusakan spanduk Mandau Apang Baludang Bulau (MABB) di Jalan Hiu Putih, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum menemukan penyelesaian. Mediasi adat kedua yang digelar di Aula Kecamatan Jekan Raya, Senin (28/9/2026), belum menghasilkan kesepakatan antarpihak.

Ketua Umum DPP-MABB, Abdul Rahman, mengatakan persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut kerusakan sebuah spanduk, melainkan juga berkaitan dengan penghormatan terhadap simbol adat Dayak yang menjadi bagian dari identitas organisasi mereka.

“Bagi kami, itu bukan sekadar spanduk. Di dalamnya ada lambang simbol adat Dayak dan tulisan MABB. Simbol ini sangat penting bagi kami,” kata Abdul Rahman seusai mediasi.

Menurut MABB, spanduk tersebut mengalami kerusakan pada 15 Juli 2026. Organisasi itu menilai simbol dan nama yang tercantum di dalamnya memiliki latar belakang serta proses yang berkaitan dengan adat dan keyakinan komunitas.

Dalam mediasi kedua tersebut, pihak MABB menyebut pihak yang mereka laporkan, Jeffriko Seran, S.H., M.H., dan pihak terkait lainnya, kembali tidak hadir dalam agenda yang dijadwalkan melalui Kerapatan Mantir Adat Kelurahan Bukit Tunggal.

Ketidakhadiran tersebut membuat upaya mempertemukan para pihak untuk mencari penyelesaian melalui musyawarah adat belum membuahkan hasil.

MABB Tempuh Jalur Musyawarah Adat

Abdul Rahman menyampaikan, MABB berharap persoalan itu dapat diselesaikan melalui mekanisme adat. Menurutnya, forum musyawarah menjadi ruang untuk mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, mendengarkan penjelasan masing-masing, serta mencari penyelesaian yang dapat diterima bersama.

MABB juga telah menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan versi mereka dan meminta pertanggungjawaban atas kerusakan spanduk tersebut.

Meski demikian, kronologi dan dugaan keterlibatan pihak tertentu masih perlu diuji melalui keterangan saksi serta bukti yang tersedia. Belum tercapainya kesepakatan dalam mediasi juga tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kesalahan dari pihak mana pun.

MABB menyatakan akan mengikuti tahapan sidang adat berikutnya. Apabila penyelesaian tidak tercapai, mereka mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Simbol Adat dan Penghormatan terhadap Identitas

Persoalan ini memperlihatkan bahwa simbol yang bagi sebagian orang tampak sebagai benda biasa dapat memiliki makna berbeda bagi komunitas yang menggunakannya sebagai representasi identitas dan nilai adat.

Bagi MABB, tulisan organisasi dan lambang adat Dayak pada spanduk tersebut memiliki arti penting yang melampaui fungsi fisiknya.

Karena itu, penyelesaian persoalan ini diharapkan tidak hanya berfokus pada kerusakan benda, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai kronologi kejadian, tanggung jawab para pihak, dan penghormatan terhadap nilai adat.

Musyawarah adat diharapkan dapat menjadi jalan untuk memperjelas duduk perkara sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Hingga mediasi kedua berakhir, belum ada kesepakatan yang dicapai. Tahapan sidang adat selanjutnya menjadi kesempatan bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan keterangan dan mencari penyelesaian berdasarkan bukti, ketentuan adat, serta penghormatan terhadap hak masing-masing pihak.(Polin-Hariyoso)

Berita terkait

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Gubernur Mirza Pimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kepemimpinan dalam memajukan desa dan kelurahan. Menurutnya, pemimpin yang inovatif dan dekat dengan warga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur saat memimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju, di rumah jabatan gubernur, Mahan Agung, Bandarlampung, Jumat

Anggoro AP
Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Berantas Narkoba di Sumbar, Gubernur Mahyeldi Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pengawasan peredaran narkotika hingga tingkat nagari, pemetaan jalur distribusi lintas daerah, serta peningkatan kapasitas rehabilitasi pengguna. Langkah terpadu tersebut dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Arahan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin Focus

Rafles