Srikandi di Jalur Besi: Ketika Perempuan Menggerakkan Stasiun Yogyakarta

Srikandi di Jalur Besi: Ketika Perempuan Menggerakkan Stasiun Yogyakarta
Srikandi Kereta Api sedang melaksanakan tugas dengan menggunakan busana kebaya memperingati hari Kartini, Selasa 21April 2026.(Foto: Fatmawati)

Yogyakarta-Spektroom : Di tengah hiruk pikuk Stasiun Yogyakarta pada pagi 21 April 2026, ada pemandangan yang terasa berbeda. Langkah-langkah sigap, suara pengumuman yang tegas, hingga pelayanan ramah di loket dan ruang tunggu—semuanya dijalankan oleh perempuan.

Dalam momentum Hari Kartini, para srikandi kereta api mengambil alih peran penuh, menghadirkan wajah pelayanan yang tak hanya profesional, tetapi juga sarat makna.
Hari itu, stasiun terbesar dan tersibuk di wilayah Daop 6 Yogyakarta sepenuhnya dioperasikan oleh perempuan.

Mulai dari kepala stasiun, petugas operasional perjalanan, teknisi, hingga petugas keamanan dan layanan pelanggan—semuanya berdiri di garda depan.

Mereka bukan sekadar simbol perayaan, melainkan representasi nyata bahwa perempuan mampu menjalankan peran strategis di sektor transportasi publik yang dinamis dan penuh tantangan.

Bagi Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, momen ini adalah penegasan bahwa ruang karier di dunia perkeretaapian terbuka luas bagi siapa saja, tanpa memandang gender.

Di balik seragam rapi dan tanggung jawab besar, para perempuan ini menunjukkan kapasitas, ketelitian, dan ketangguhan yang tak kalah dari siapa pun. Bahkan, di wilayah ini, sudah ada perempuan yang menduduki posisi kepala stasiun—sebuah bukti bahwa kepemimpinan tidak mengenal batas gender.

Endang salah satu penumpang kereta api sedang merangkai bunga yang diberikan oleh petugas KAI di stasiun Yogyakarta,Selasa(21/4/26). Foto: Fatmawati.

Di sela kesibukan melayani penumpang, nuansa perayaan tetap terasa hangat. Para pelanggan perempuan mendapat kejutan manis berupa bunga dan merchandise.

Di sudut lain, kegiatan merangkai bunga menjadi ruang ekspresi yang menyenangkan. Tawa ringan dan obrolan hangat mengalir, menghadirkan sisi humanis dari sebuah perjalanan yang biasanya serba cepat.

Endang, salah satu penumpang tujuan Jakarta, mengaku terkesan. Baginya, perayaan seperti ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengalaman yang membekas. Ada perhatian kecil yang terasa besar—memberi ruang bagi perempuan untuk dihargai, dirayakan, sekaligus diingatkan akan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini.

Tak hanya itu, inovasi pelayanan juga terus dikembangkan. Fitur Female Seat Map di aplikasi Access by KAI, misalnya, memberi rasa aman dan nyaman bagi penumpang perempuan dalam memilih kursi.

Fasilitas ruang laktasi di stasiun hingga meja bayi di kereta menjadi bukti bahwa kebutuhan perempuan semakin diperhatikan dalam ekosistem transportasi modern.

Menjelang keberangkatan kereta, para petugas perempuan dalam balutan busana khas daerah berdiri di peron. Dengan senyum tulus, mereka melepas perjalanan para penumpang, menyelipkan doa keselamatan hingga tujuan.

Sebuah gestur sederhana, namun penuh makna—seolah menjadi simbol perjalanan panjang perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan.

Di Hari Kartini, rel-rel kereta tak hanya menghubungkan kota demi kota, tetapi juga merangkai cerita tentang keberanian, kesempatan, dan harapan. Dari Stasiun Yogyakarta, pesan itu melaju jauh: bahwa perempuan hari ini bukan lagi sekadar penumpang dalam perubahan, melainkan penggerak utama di dalamnya. (Fatmawaty)

Berita terkait

Gubernur Mirza Hadiri Apel Akbar Satlinmas di Semarang dan Wagub Jihan Hadiri Tanam Padi di Kota Metro

Gubernur Mirza Hadiri Apel Akbar Satlinmas di Semarang dan Wagub Jihan Hadiri Tanam Padi di Kota Metro

Bandarlampung - Spektroom: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal pagi ini Rabu, 30 September 2026, pukul 07.30 diagendakan menghadiri Apel Akbar Satlinmas Serta Memperingati Hari Kesaktian Pancasila Kegiatan dirangkai dengan Pengukuhan DPD-DPC Asosiasi Satuan Pelindung Masyarakat (ASLINMAS) seProvinsi Jawa Tengah serta Pengukuhan 4 DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS)

Anggoro AP
Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Erupsi Merapi

Gubernur DIY Serahkan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Erupsi Merapi

Sleman-Spektroom : Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) hunian tetap (huntap) kepada warga Kalurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, yang terdampak erupsi Gunung Merapi 2010. Penyerahan sertifikat berlangsung di Joglo Kalurahan Kepuharjo, Selasa (29/9/2026), sebagai bagian dari penyelesaian hak

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Bawal Yasin Terapkan Tiga Pilar

Tekan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Bawal Yasin Terapkan Tiga Pilar

Semarang-Spektroom: Upaya menekan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perlu didukung layanan yang mudah diakses, aman, dan terintegrasi. Karenanya, tiga pilar layanan, yakni layanan hukum, kesehatan, dan sosial, harus dioptimalkan. Hal itu ditekankan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat menjadi keynote speaker Dialog Publik “Sinergi

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Kejati DIY Tetapkan Dua Tersangka Korupsi BUKP Tegalrejo, Kerugian Negara Rp2,71 Miliar

Kejati DIY Tetapkan Dua Tersangka Korupsi BUKP Tegalrejo, Kerugian Negara Rp2,71 Miliar

Yogyakarta-Spektroom : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan Badan Usaha Kredit Pedesaan (BUKP) Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta, periode 2016-2022. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DIY, Langgeng Prabowo, mengatakan kedua tersangka yakni DS selaku pemegang kas dan AY selaku Ketua

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс