Status Bencana Jadi Penentu Penanganan Banjir di Kalbar

Status Bencana Jadi Penentu Penanganan Banjir di Kalbar
Koordinator harian Pusdalops PB BPBD provinsi Kalimantan Barat Daniel. (Foto : Apolo/Spektroom)

Spektroom - Hujan yang tak kunjung reda kembali menguji ketangguhan warga di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Di Kabupaten Sanggau dan Landak, air masih menggenangi permukiman, jalan, hingga fasilitas umum.

Aktivitas warga tersendat, roda ekonomi melambat, dan akses transportasi terganggu.

Salah satu titik Banjir di Kalbar. Foto : Dok Pusdalops PB BPBD Kalbar.

Di tengah situasi itu, satu keputusan administratif justru menjadi kunci: penetapan status bencana oleh kepala daerah.

Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, ditemui Spektroom di ruang kerjanya menegaskan bahwa daerah kabupaten/kota yang terdampak banjir, puting beliung, dan longsor (Batingsor) namun tidak menetapkan status bencana akan menghadapi persoalan serius, terutama dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasional di lapangan.

“Tanpa status bencana, langkah penanganan menjadi terbatas. Mulai dari koordinasi lintas sektor, garis komando, hingga penganggaran akan bermasalah,” ujar Daniel saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/01/2026).

Menurutnya, penetapan status kebencanaan bukan sekadar formalitas. Di balik selembar surat keputusan kepala daerah, ada kepastian hukum yang menentukan seberapa cepat dan tepat bantuan bisa digerakkan untuk warga terdampak.

Status tersebut menjadi dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk menggunakan anggaran secara sah dan terukur.

Daniel mengingatkan, penggunaan anggaran dari dinas tertentu untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat banjir tanpa adanya penetapan status bencana justru berpotensi menjadi temuan penyalahgunaan anggaran.

“Itu bisa menjadi persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.

Padahal, dampak banjir nyata dirasakan masyarakat. Infrastruktur jalan, jembatan, sekolah, hingga fasilitas publik yang dibangun dari APBD maupun APBN mengalami kerusakan.

Tanpa status bencana, upaya perbaikan akan berjalan lambat, sementara warga harus terus beradaptasi dengan kondisi serba terbatas.

Hingga Senin (12/01/2026), banjir masih melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Sanggau akibat curah hujan tinggi.

Bahkan, genangan air sempat menutup jalan lintas negara di wilayah perbatasan, menyebabkan arus lalu lintas kendaraan terhambat.

Situasi serupa juga terjadi di Kabupaten Landak, di mana warga masih berjibaku dengan air yang belum sepenuhnya surut.

Bagi warga di daerah terdampak, status bencana bukan sekadar istilah birokrasi.

Ia menjadi harapan agar negara hadir lebih cepat, lebih sigap, dan lebih berpihak.

Ketika air naik dan aktivitas lumpuh, kepastian kebijakan menjadi penopang agar pemulihan tak sekadar janji, tetapi benar-benar dirasakan hingga ke dapur dan ruang kelas masyarakat.

Berita terkait

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana Tegaskan Tiga Pilar Pendidikan Unggul di Hardiknas 2026

Malang-Spektroom : Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas saat memimpin Apel Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, yang digelar di halaman Rektorat kampus, Sabtu (1/5/2026). Apel berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah, mencerminkan semangat kebhinekaan

Buang Supeno
Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Menteri PU:  Penguatan Organisasi Bukan Penataan Jabatan Tetapi Membangun Keterampilan

Jakarta – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penguatan organisasi bukan hanya penataan jabatan, tetapi bagian dari upaya membangun statecraft, yakni keterampilan dalam mengelola kebijakan negara dan memastikan setiap program berjalan efektif serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Dody Hanggodo saat melantik tujuh pejabat tinggi

Nurana Diah Dhayanti
Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Peringati Hardiknas, Abdul Mu'ti : "Deep Learning, Program Prioritas Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional"

Jambi - Spektroom: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, menggelegar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 bertema "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua", berlangsung di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Jambi, Sabtu (2/5/2026). Upacara diawali dengan pengibaran bendera merah putih dilanjutkan dengan pembacaan teks

Anggoro AP
Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Pengamat Pendidikan UMS : Merefleksi Hardiknas 2 Mei, Manajemen Mutu Pendidikan Harus Ditingkatkan

Solo - Spektroom : Merefleksi hari Pendidikan Nasional 2 Mei, bidang pendidikan meski dinilai arahnya mulai tertata dengan perangkat dan regulasi yang semakin pasti, tetapi masih dihadapkan pada catatan kritis dalam pengelolaan manajemen mutu. Diminta tanggapan kondisi pendidikan di Indonesia merefleksi hari pendidikan Pengamat pendidikan dari Universitas Muhamadiyah Surakarta UMS Prof.

Murni Handayani