Trending

Strategi Mojokerto Tekan Stunting hingga 0,92 Persen jadi Acuan NTB Tangani Stunting

Strategi Mojokerto Tekan Stunting hingga 0,92 Persen jadi Acuan NTB Tangani Stunting
Wakil Gubernur NTB saat Studi Tiru Penanganan Stunting di Kota Mojokerto, Jawa Timur(foto Diskominpotik ntb)

Mojokerto-Spektroom : Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, mengatakan berbagai pendekatan yang diterapkan di Kota Mojokerto pada dasarnya juga telah dijalankan di NTB. Namun, terdapat sejumlah penguatan yang dinilai menarik untuk direplikasi, terutama terkait pendampingan keluarga secara intensif hingga level kelurahan dan rumah tangga.

“Yang menarik di Mojokerto adalah penguatan koordinasi lintas sektor sampai menyentuh langsung keluarga. Pendampingan dilakukan secara intensif dan terukur, sehingga intervensi tidak berhenti di tingkat program, tetapi benar-benar sampai kepada anak dan keluarga yang membutuhkan,” ujar Umi Dinda.

Ia menilai keberhasilan Mojokerto tidak hanya ditentukan oleh sektor kesehatan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi lintas OPD dan dukungan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, masyarakat, hingga BAZNAS.

Hal itu dikatakan Wagub saat melakukan kunjungan studi tiru penanganan stunting ke Kota Mojokerto, Jawa Timur, (13/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan pertukaran praktik baik percepatan penurunan stunting di NTB.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memaparkan berbagai strategi percepatan penurunan stunting yang berhasil menekan prevalensi stunting secara signifikan dalam lima tahun terakhir, dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 0,92 persen pada April 2026 berdasarkan data E-PPGBM.

Dalam paparannya, Pemerintah Kota Mojokerto menjelaskan penguatan regulasi menjadi fondasi utama percepatan penurunan stunting. Hingga saat ini, Kota Mojokerto memiliki 27 regulasi terkait Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), terdiri dari perda, peraturan wali kota, dan keputusan kepala daerah.

Selain itu, dukungan penganggaran juga terus diperkuat melalui intervensi spesifik dan sensitif lintas perangkat daerah dengan melibatkan 13 hingga 18 OPD setiap tahun.

Pemkot Mojokerto juga menghadirkan berbagai inovasi berbasis masyarakat, mulai dari pemberian makanan lengkap bagi balita stunting, pendampingan ibu hamil, gerakan remaja sehat, hingga pengelolaan sampah organik untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.

Menurut Umi Dinda, pengalaman Mojokerto menjadi referensi penting bagi NTB dalam memperkuat strategi penurunan stunting yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.

“Stunting tidak bisa ditangani secara sektoral. Dibutuhkan kerja kolaboratif, pendampingan yang konsisten, serta keberpihakan anggaran agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Melalui kunjungan tersebut, BKOW NTB berharap praktik-praktik baik yang diterapkan di Kota Mojokerto dapat menjadi penguatan dalam mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan di NTB.

Berita terkait

Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Rebut Perak di Arena Karate Moscow Universe International 2026

Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Rebut Perak di Arena Karate Moscow Universe International 2026

Jakarta - Spektroom : Karateka Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Ceyco Georgia Zefanya sukses meraih medali emas, sedangkan Zaskia Putri Salurante membawa pulang medali perak pada Kejuaraan  Moscow Karate Universe International 2026 yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Moskow, Rusia. Prestasi Ceyco terbilang istimewa karena salah

Adi Wiyono, Afrizal Aziz
Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan

Wagub Vasko: Pembangunan Sumbar Harus Merata, Mulai dari Kota Hingga Wilayah Perbatasan

Dharmasraya-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat pemerataan pembangunan infrastruktur hingga wilayah perbatasan. Salah satunya itu diimplementasikan melalui rehabilitasi jalan provinsi ruas Simpang Koto Baru–Tanjung Simalidu di Kabupaten Dharmasraya yang kini telah menuntaskan tahap pengaspalan dan masuk tahap pembangunan bahu jalan. Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy

Rafles
Ketua PODSI Sulsel:  Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Ketua PODSI Sulsel: Tradisi Maritim yang Melahirkan Pelaut Ulung, Harus Tercermin dalam Penampilan Atlet Dayung

Makasar-Spektroom : Ketua Umum Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan, Dr H Alimuddin, SH, MH, M.Ken, mengingatkan atlet dayung yang akan berlaga pada Porprov Sulsel 2026 agar tampil tangguh, maksimal, dan menjunjung tinggi sportivitas. Pesan tersebut disampaikan Alimuddin pada rapat persiapan panitia cabang olahraga dayung di Sekretariat

Yahya Patta, Rafles