Trending

Sumbar Usulkan Mentawai Jadi Kawasan Tambak Udang Terintegrasi, Menteri KKP Respons Positif

Sumbar Usulkan Mentawai Jadi Kawasan Tambak Udang Terintegrasi, Menteri KKP Respons Positif
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah saat pertemuan di Kantor KKP di Jakarta (Foto: Biro Adpim)

Jakarta-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan pengembangan Kawasan Tambak Udang Vaname Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) di Kabupaten Kepulauan Mentawai kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Usulan itu mendapat respons positif dari Menteri KKP.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan, investasi proyek tersebut diproyeksikan senilai Rp7,2 triliun. Kawasan seluas lebih dari 2.000 hektare di Pulau Pagai Selatan ditargetkan mampu memproduksi 52.000–52.800 ton udang per tahun dan menyerap 8.820 tenaga kerja lokal.

“Kita melihat ini peluang besar. Menteri KKP menilai lokasi Mentawai cocok secara topografi dan perairan untuk budidaya udang vaname,” ujar Mahyeldi usai pertemuan di Kantor KKP Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Sebagai tindak lanjut, Menteri KKP langsung menginstruksikan Direktur Budidaya Air Payau untuk melakukan survei ke Mentawai guna memastikan aspek teknis, lingkungan, dan infrastruktur. Berdasarkan kajian LPPM Universitas Andalas, Pantai Timur Pulau Pagai Selatan dengan luas 2.150–2.470 hektare dinilai layak karena memiliki bentang pantai luas, topografi landai, dan perairan yang mendukung. Kepala DKP Sumbar Syefdinon menambahkan, proyek ISF akan mengusung konsep eco-efficiency dan zero waste, dengan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir hingga IPAL, serta menerapkan prinsip good aquaculture practices. Pemkab Mentawai juga telah berkomunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat. “Pendekatan sosial jadi kunci. Kita ingin masyarakat jadi bagian pembangunan,” kata Syefdinon. DKP Sumbar akan membentuk Tim Percepatan ISF Mentawai. Targetnya, seluruh tahapan awal tuntas dalam 2–3 bulan ke depan agar pembangunan bisa dimulai pada 2027. “Kita ingin investasi ini berdampak. Lapangan kerja terbuka, ekonomi lokal tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat,” tegas Mahyeldi.

Berita terkait

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Dari Rempah Lokal Menuju Pangan Fungsional, Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Ternate Angkat Potensi Antidiabetik Fuli Pala

Ternate–Spektroom : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Ternate menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar dengan tema “Antidiabetik Fuli Pala dan Potensinya dalam Pengembangan Pangan Fungsional”. Kegiatan berlangsung di Ruang Multifungsi Poltekkes Kemenkes Ternate dengan menghadirkan Dr. Hasbullah, S.TP., M.Sc. sebagai narasumber dan moderator Dr. Fahmi Abdul Hamid, SKM.

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya Siapkan Yustisi Massal, Pembuang Sampah Liar Terancam Denda Rp3 Juta

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan operasi yustisi massal untuk menindak warga maupun pelaku usaha yang masih membuang sampah sembarangan. Penindakan akan dilakukan serentak dengan melibatkan aparat lintas sektor, menyasar 94 titik pembuangan sampah liar yang tersebar di seluruh kecamatan. Langkah tersebut dilakukan menyusul pemberlakuan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor

Bian Pamungkas
Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Unimal Bandarlampung Mewisuda 1.140 Lulusan Jenjang Pendidikan Diploma, Profesi, Sarjana dan Magister

Bandarlampung - Spektroom : Universitas Malahayati (Unimal) Bandarlampung kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Prosesi Wisuda Periode ke-41 Tahun 2026, dalam Rapat Senat Terbuka, berlangsung di Graha Bintang, Sabtu (7/11/2026). Wisuda ini menjadi momentum penting bagi Universitas Malahayati dalam melepas para lulusan yang telah

Anggoro AP