Sumsel Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2006

Sumsel Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2006
Launching Sumatra Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 ( Foto Capture YouTube Diskominfo Sumsel).

Palembang - Spektroom: Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan para pelaku usaha di Indonesia yang hasilnya akan menyediakan data perekonomian Indonesia.

Semua pelaku usaha (nonpertanian) baik perorangan maupun badan usaha yang ada di seluruh wilayah Indonesia. Dari usaha online, usaha rumahan dan pertokoan, hingga perusahaan besar akan didata dalam Sensus Ekonomi 2026 kali ini.

Menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) Moh. Edy Mahmud, sensus ini dilaksanakan tiap 10 tahun sekali, di tahun yang berakhiran angka 6 dan tahun 2026 ini, Sensus Ekonomi akan diselenggarakan pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.

Pada pemaparannya Edy Mahmud juga mengatakan dari segi ekonomi, Sumatera Selatan sebagai provinsi yang potensial karena sebagai lumbung pangan dan energi.

"Kita lihat sebetulnya provinsi Sumatera Selatan dikenal sebagai lumbung pangan dan lumbung energi, secara nasional volume produksi kopi dan karetterbesar nomor 1 dibanding provinsi lain" ujar Moh. Edy Mahmud, pada peluncuran Sumatera Selatan Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2006, di Griya Agung Kantor Gubernur Sumsel, di Palembang, Selasa (12/5/2026).

Belum lagi kelapa sawit, produksi terbesar nomor 6 nasional dan untuk padi Sumatera Selatan salah satu provinsi lumbung padi nasional, terbukti di tahun 2025 produksinya mencapai 3,63 juta ton.

"Sedangkan disektor energi, Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah penyumbang cadangan batubara Nasional yang mencapai sekitar 31 miliar ton dan menjadi modal penting ketahanan energi jangka panjang." ujarnnya

Selanjutnya minyak bumi dari catatan Kementerian ESDM, sumber daya minyak bumi Sumsel mencapai 583,43 juta barel atau sekitar 13,53% dari cadangan nasional.

Diforum yang sama Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto menyampaikan Statistik ekonomi adalah pondasi data berkualitas menuju Sumsel maju terus untuk semua.

Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) ingin mencapai Indonesia emas 2045, ada beberapa indikator yang menjadi evaluasi, yaitu indikator sasaran sebanyak 10 indikator Visi dan 40 indikator utama pembangunan.

"Dan ini tentu harus kita kawal bersama bagaimana pencapaian di setiap wilayah baik itu di provinsi maupun juga di kabupaten kota, ketika kita ingin mencapai Indonesia emas 2045 maka pertumbuhan ekonomi kita ke depan rata-rata harus di level 7%" tandasnya.

Selama ini, kegiatan sensus dan survei yang dilakukan oleh BPS diharapkan menjadi metodologi dan konsep bagi pemerintah daerah agar kebijakannya sinkron dengan pemerintah pusat.

"Metodologi yang dibangun oleh BPS berstandar internasional dan diterapkan secara Nasional sehingga dalam mengawal 10 indikator sasaran visi dan 45 indikator utama pembangunan benar-benar mengacu pada metodologi yang dibangun oleh BPS" tutup dia.(@Ng).

Berita terkait

Wali Kota Riyanda Putra Tinjau Kebun Kopi Balai Batu Sandaran, Dorong Penguatan Ekonomi Petani Sawahlunto

Wali Kota Riyanda Putra Tinjau Kebun Kopi Balai Batu Sandaran, Dorong Penguatan Ekonomi Petani Sawahlunto

Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, didampingi Kadis Pertanian, Heni Purwaningsih meninjau perkembangan kebun kopi Robusta di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, Senin (11/5/26), sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat desa. Kunjungan lapangan tersebut

Riswan Idris, Rafles