Wali Kota Riyanda Putra Tinjau Kebun Kopi Balai Batu Sandaran, Dorong Penguatan Ekonomi Petani Sawahlunto

Wali Kota Riyanda Putra Tinjau Kebun Kopi Balai Batu Sandaran, Dorong Penguatan Ekonomi Petani Sawahlunto
Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, bersama Wawako, Jeffry Hibatullah dan Kadis Pertanian, Heni Purwaningsih (foto Prokopim swl)

Sawahlunto-Spektroom : Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra bersama Wakil Wali Kota Jeffry Hibatullah, didampingi Kadis Pertanian, Heni Purwaningsih meninjau perkembangan kebun kopi Robusta di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, Senin (11/5/26), sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sektor pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi perkebunan kopi yang dikelola Kelompok Tani Harapan Baru sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pengembangan usaha tani di wilayah tersebut.

Dalam agenda itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendatangi sejumlah titik kebun kopi robusta yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat setempat. Mereka juga berdialog langsung dengan petani mengenai kondisi produksi, pengelolaan lahan, hingga kendala yang dihadapi kelompok tani.

Wali Kota Riyanda Putra mengatakan, pemerintah daerah ingin memastikan kebijakan yang disusun benar-benar berdasarkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mendengar langsung kebutuhan petani, sehingga program yang dijalankan nantinya lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Riyanda Putra.

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Wali Kota melanjutkan diskusi bersama kelompok tani dan pemerintah desa untuk membahas sejumlah kebutuhan prioritas, mulai dari dukungan sarana produksi pertanian hingga pengembangan usaha kopi masyarakat.

Menurut Riyanda, sektor kopi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa apabila didukung dengan tata kelola, pembinaan, dan akses pasar yang memadai.

Menanggapi berbagai usulan petani, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk menindaklanjutinya secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Kami akan berupaya mengakomodasi kebutuhan yang menjadi prioritas secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Selain mengandalkan APBD, Pemko Sawahlunto juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, pemerintah provinsi, serta mitra lainnya guna mempercepat pengembangan sektor kopi dan memperkuat ekonomi masyarakat desa.

Kehadiran langsung kepala daerah di tengah petani diharapkan mampu meningkatkan semangat kelompok tani dalam mengembangkan komoditas kopi robusta sebagai salah satu potensi unggulan Kota Sawahlunto. (Ris1)

Berita terkait