Surabaya Perluas Akses Keuangan Lewat Tujuh Program, Raih TPAKD Award 2026
Surabaya-Spektroom : Akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlindungan pekerja, serta kemudahan transaksi digital menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Surabaya memperluas layanan keuangan bagi masyarakat. Upaya tersebut mengantarkan Surabaya meraih TPAKD Award 2026 kategori Terbaik Tingkat Kota Wilayah Jawa-Bali.
Penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu diserahkan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Jakarta, Kamis (22/10/2026), dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan penghargaan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan tujuh program unggulan TPAKD sepanjang 2025. Program itu mencakup penguatan data, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemasaran produk lokal, edukasi investasi, dan digitalisasi pembayaran.
Salah satu programnya adalah perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja, pengemudi ojek daring, dan warga yang bertugas melayani masyarakat. Program ini tercatat mencakup 99.724 peserta.
Di sektor pembiayaan, Kredit Melawan Rentenir (K/PMR) PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama telah menjangkau 2.138 debitur. Pemkot juga menyediakan skema pinjaman berbunga rendah melalui PUSPITA dengan bunga 3 persen per tahun dan Si-Kumis sebesar 5 persen per tahun.
Sementara itu, platform Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (PEKEN) digunakan untuk memperluas pemasaran produk UMKM lokal. Hingga akhir 2025, program tersebut melibatkan 5.734 UMKM dengan omzet mencapai Rp216 miliar.
Program lainnya meliputi Satu Data Surabaya untuk mendukung kebijakan dan penyaluran bantuan sosial, PASTI LAKU untuk pendampingan serta edukasi keuangan, Galeri Investasi Pasar Modal di Mal Pelayanan Publik Siola, serta digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak (KATEPAY) dan Simpanan Pelajar (Simpel). Nilai transaksi atau simpanan dalam program terakhir tersebut mencapai sekitar Rp158 miliar.
Vykka menyebut capaian program berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi Surabaya sebesar 5,87 persen pada 2025. Tingkat kemiskinan tercatat 3,56 persen, lebih rendah dibandingkan target 3,9 persen.
Pada 2026, Pemkot Surabaya berencana melanjutkan program yang ada, termasuk penguatan literasi keuangan melalui SOMASI PINJOL. Pemkot juga menyiapkan digitalisasi pembayaran parkir, pajak, dan retribusi, serta pengembangan ekosistem digital di pasar tradisional dan sektor pariwis