Surat Al-Fatihah yang Tak Pernah Putus: Cara Wali Kota Batu Menjaga Cinta pada Gus Dur

Surat Al-Fatihah yang Tak Pernah Putus: Cara Wali Kota Batu Menjaga Cinta pada Gus Dur
Walikota Batu Nurochman ungkap kecintaanya ke Gus Dur

Spektroom- Setiap hari, selepas salat Maghrib, Wali Kota Batu Nurochman menunaikan satu kebiasaan batin yang tak pernah ia tinggalkan.

Di tengah kesibukannya memimpin pemerintahan, ia selalu menyempatkan diri berkirim “surat” untuk Gus Dur. Surat itu bukan ditulis dengan tinta, melainkan dilantunkan melalui Surat Al-Fatihah, sebagai wujud cinta dan hormat kepada KH Abdurrahman Wahid.

Kisah itu ia sampaikan dengan suara tenang namun sarat emosi saat menghadiri Haul ke-16 Gus Dur di Nala Eco Point, Kota Batu, Jumat (2/1/2025).

Di hadapan ribuan jamaah dari berbagai latar belakang agama dan organisasi, Nurochman membuka sisi personal yang jarang ia ceritakan ke publik.

“Saya mencintai Gus Dur. Sejak beliau wafat, setiap hari saya berkirim surat kepada beliau,” ujar Nurochman.
“Surat apa? Surat Al-Fatihah. Insyaallah itu istiqamah. Walaupun satu hari satu kali.”

Menurutnya, kebiasaan itu bermula sejak pertama kali ia mendengar kabar wafatnya Gus Dur melalui siaran televisi.

Sejak saat itu, ia bertawassul dan mengirimkan Al-Fatihah—sebuah laku sederhana yang terus ia jaga hingga hari ini.

“Biasanya saya membacanya setelah salat Maghrib. Hari ini saya belum membacanya karena akan saya lakukan nanti malam. Ini bukti cinta saya kepada Yai Haji Abdurrahman Wahid,” tuturnya, disambut haru para hadirin.

Gus Dur dan Jejak Sejarah Kota Batu
Dalam kesempatan tersebut, Nurochman juga mengingatkan kembali jasa besar Gus Dur terhadap lahirnya Kota Batu sebagai daerah otonom.

Ia menuturkan bahwa sebelum menjadi kota definitif, Batu hanyalah kota administratif yang berada dalam masa transisi setelah berstatus kecamatan.

“Tanggal 21 Juni 2001, Presiden KH Abdurrahman Wahid menandatangani keputusan yang menyatakan Kota Batu definitif sebagai sebuah pemerintahan yang bisa mengatur dirinya sendiri,” jelasnya.

Keputusan itu, menurut Nurochman, merupakan respons atas perjuangan panjang masyarakat dan Pokja peningkatan status Kota Batu.

Meski hari jadi Kota Batu diperingati setiap 17 Oktober, ia menegaskan bahwa 21 Juni 2001 adalah tonggak penting berdirinya pemerintahan Kota Batu secara mandiri.

“Perjuangan masyarakat Kota Batu mendapatkan respon langsung dari Presiden Republik Indonesia saat itu. Ini jasa besar yang harus selalu kita ingat,” katanya.

Haul Gus Dur: Doa, Kebersamaan, dan Nilai Kemanusiaan

Haul ke-16 Gus Dur yang digelar di Nala Eco Point berlangsung khidmat dan inklusif. Acara diisi dengan tahlil, istighotsah, tasyakuran, doa lintas agama, doa awal tahun, ceramah kebangsaan, serta refleksi pemikiran Gus Dur.

Ketua Panitia, Yuli Effendi Mirza, mengatakan bahwa haul ini sengaja dirancang sebagai ruang bersama yang terbuka untuk semua golongan.

“Gus Dur mengajarkan kita untuk memanusiakan manusia. Karena itu, haul ini kami kemas inklusif dan penuh kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC K-SARBUMUSI NU Kota Batu, Rudianto, menegaskan bahwa Gus Dur adalah sosok yang tak hanya layak dikenang, tetapi juga diteladani dalam kehidupan nyata.

“Gus Dur adalah pahlawan nasional, bapak pendiri Kota Batu, Ketua Umum PBNU yang visioner, Presiden Republik Indonesia yang humanis, serta pejuang buruh dan kaum marginal,” katanya.

Gus Dur yang Tak Pernah Pergi
Bagi Nurochman, peringatan haul bukan sekadar agenda seremonial. Ia melihatnya sebagai momentum untuk merawat ingatan kolektif dan meneruskan nilai-nilai Gus Dur yang plural, adil, dan penuh kasih.

“Dalam pikiran Gus Dur, tidak pernah ada mayoritas atau minoritas. Semuanya adalah anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Di bawah langit Kota Batu yang mulai gelap, doa-doa pun dipanjatkan. Dan di antara ribuan jamaah itu, kisah surat Al-Fatihah yang dikirim setiap hari menjadi pengingat bahwa cinta kepada Gus Dur masih hidup—sunyi, sederhana, namun istiqamah.(

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс