Trending

Tahun Ajaran Baru di Sekolah Rakyat Sampang, Tingkat SD Minim Peminat

Tahun Ajaran Baru di Sekolah Rakyat Sampang, Tingkat SD Minim Peminat
Pokja Sekolah Rakyat Sampang Rohman Rohim dan Sekretaris Dinsos PPPA Mohammad Nasrun saat Dialog Sampang Menyapa di RRI Sampang. (Foto: Rini).

Sampang-Spektroom : Dinamika tahun ajaran baru di Sekolah Rakyat Sampang di Desa Sejati, Kecamatan Camplong menunjukkan tren perkembangan yang kontras antarjenjang pendidikan.

Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) sekaligus Tim Transisi Sekolah Rakyat Sampang, Mohammad Nasrun, mengatakan bahwa antusiasme pendaftar untuk tingkat SMA dan SMP sangat tinggi hingga melebihi kuota yang disediakan.

Tercatat kuota , SMP sebanyak 90, SMA sebanyak 90 dan SD sebanyak 90. Kondisi ini mencerminkan tingginya harapan masyarakat kurang mampu di Madura agar anak-anak mereka bisa mendapatkan akses pendidikan berasrama secara gratis.

Namun di sisi lain, tantangan besar justru dihadapi pada tingkat Sekolah Dasar (SD) yang hingga menjelang pleno penetapan siswa masih minim peminat yaitu 30 anak. Menurut Mohammad Nasrun, minimnya pendaftar jenjang SD ini disebabkan oleh kendala psikologis dari para orang tua yang belum siap melepaskan anak-anak mereka di bawah usia 12 tahun untuk tinggal di asrama.

"Kendati demikian, Kami dari tim transisi terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menerapkan sistem penapisan serta skala prioritas yang objektif bagi jenjang yang mengalami kelebihan kuota, guna memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran bagi keluarga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)" ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.

Menanggapi dinamika tersebut, Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Rakyat Sampang, Rohman Rohim, menegaskan bahwa seluruh tim di lapangan terus mengebut persiapan fasilitas fisik maupun administrasi menyambut tahun ajaran baru.

"Kami dari pihak Pokja juga memastikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Kementerian Sosial yang tentunya membuat sekolah ramah anak nyaman dalam bersekolah" jelasnya.

Rohman Rohim menambahkan bahwa sinkronisasi data dan pendekatan persuasif kepada para orang tua, khususnya bagi calon siswa SD, akan terus ditingkatkan agar kuota yang tersedia bisa terpenuhi secara merata.

Melalui kolaborasi intensif antara Pokja, Tim Transisi, dan kementerian terkait. kehadiran Sekolah Rakyat Sampang diharapkan menjadi tonggak awal intervensi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan di Pulau Madura lewat jalur pendidikan formal yang terintegrasi.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles